Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.
Saiba mais
Diari Tasya
  • WpView
    Leituras 135
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Capítulos 6
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, jan 26, 2020
WpInfo
Ficção
Romance
pertemuan yang baik dalam dua keluarga tidak berjalan lancar pada masa di ujung tanduk. gerah hati, itulah yang dirasa tasya aulia zahra. dia melihat calon suaminya terus melirik adik kandungnya yang manis dan cantik. Diam - diam sang adik juga sudah lama jatuh hati pada calon kakak iparnya. sejak pertemuan di kampus satu tahun yang lalu. sehingga pada akhirnya ketika di hari khitbah, tasya merelakan zafran ramadhan bagaskara mengkhitbah kamelia nur tasya. semua itu adalah keputusan tasya, meskipun hati cemburu melihat mereka berdua. Bukan tasya namanya jika dia runtuh begitu saja. setelah pesta pernikahan adiknya, tasya memutuskan pergi keluar kota untuk melanjutkan pendidikan bahasa arab yang sempat tertunda karena salah memilih jurusan ketika kuliah di usia 19 tahun yang lalu. Dia pergi bukan karena melarikan diri dari calon suaminya sekarang menjadi adik iparnya. Dia hanya takut jika suatu hari nanti akan menyesal dengan keputusan yang dia ambil dengan melihat adik iparnya bersama adiknya. kejadian hal ini membuat tasya tidak ingin jatuh cinta lagi, dia telah menutup hatinya supaya pria tidak mudah masuk kedalam relung hatinya. kejadian ini bukan hanya sekali, dua kali tetapi sudah ke 3 kalinya. Dia merelakan semua pria yang dia cintai untuk kerabat - kerabatnya. Dia sendiri tidak tau kenapa, bisa berbuat demikian. sampai pada suatu hari tasya di kota Surabaya setelah selesai final semester 4, dia dapati sahabat baiknya mengidap penyakit kanker otak, hatinya bimbang atas amanah yang dia embankan untuk menikah bersama Muhammad Amar reyhan, calon suami nafisya zahra. Disisi lain Amar pun mendapat amanah yang sama dari gadis calon istrinya itu. Tasya bingung, dengan keadaannya untuk melaksanakan amanah sahabatnya itu, sedangkan dia sendiri tidak menyukai amar. @nikmati setiap episodenya 🌹____Diari Tasya____🌹
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • [NUG's 1✔] Assalamualaikum, Calon Abi (SUDAH TERBIT)
  • Oh, My Sugarman
  • my life changed
  • Unchangeable love [ON GOING]
  • Di Balik Niqab [TERBIT]
  • BUKAN PILIHAN KU
  • Sebuah Usaha Mencintai [TAMAT]
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Saya Mencintaimu Karena Allah [Sudah Terbit]

[1. Nugraha Series] [SUDAH TERBIT di Coconutbook] *** Ada tiga pilihan yang Anugerah tawarkan kepada Amalia, sang putri. Yang pertama, Amalia boleh melanjutkan kuliah di luar negeri. Dengan catatan, jika Amalia tinggal di rumah Pamannya yang ada di negeri Sam sana. Disisi lain, Amalia tidak menyukai Pamannya itu karena insiden masa lalu. Yang kedua, Amalia dibebaskan kuliah di Indonesia, tapi tidak boleh kuliah di luar kota. Amalia yang memiliki impian yang tinggi, tentu tidak ingin menerima perkataan sang Abi. Yang ketiga, Amalia bebas kuliah di manapun yang dia mau, asal menuruti permintaan sang Abi. Yaitu, menikah. Dan tanpa diduga, sang Abi sudah menyiapkan jodoh untuk Amalia, yang Amalia tahu bernama Anzar. Tiga pilihan itu membuat Amalia merasa terbebani. Dan di hari yang masih sama, dengan kondisi hati yang semakin menggila, Amalia terjebak di sebuah klub malam oleh sahabatnya sendiri. Sebuah fakta yang tidak dapat Amalia pungkiri, jika dirinya hamil. Keputusan terberat, harus Amalia ambil. Amalia tidak ingin anaknya kelak tidak memiliki seorang Abi. Dan dengan keikhlasan yang berat, Amalia memilih pilihan ketiga. Dijodohkan dengan pria yang resmi mentaaruf dirinya sebulan sebelum rencana akad berlangsung. Dan sesuatu mengejutkan terjadi di hari pernikahan Amalia. "Allah mempertemukan kita, Allah menjodohkan kita." -Amalia Azmi. "Dan itu adalah mimpi buruk bagi gue." -Anzar Ilham Nugraha ©Arthar Puspita, 2018

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo