Prixella(On Going)

Prixella(On Going)

  • WpView
    Reads 739
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 28, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Gue tahu kita emang gak mungkin. Gue tahu kalo ini cuma sementara, dan gue juga tahu endingnya bakalan kayak gimana. Hubungan ini toxic, tapi...gue gak bisa ngelepas dia, gue...terlalu takut kehilangan dia, yang mirisnya gak pernah benar-benar gue milikin." ~Prixella Zaneta Kearney ** Agar bisa melupakan seseorang kita harus memiliki keberanian terlebih dahulu. Untuk bertahan itu dapat kita lakukan dengan mudah. Namun untuk melepaskan, sangat dibutuhkan keberanian. Karena nyatanya melepaskan lebih sulit dari pada bertahan. Bahkan sebelum bisa memiliki, melepaskan adalah pilihan yang tidak pernah terpikirkan. Bahkan mungkin ada di daftar paling akhir. Dan itulah yang saat ini dialami oleh Prixella. "Memandang tanpa dipandang, mengharapkan tanpa diharapkan dan melepaskan tanpa bisa memiliki." ______________ Start~ 14/05 ______________
All Rights Reserved
#397
nakal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F A K E ? [End]
  • Middleman
  • ELSA [ON GOING]
  • DUA INSAN YANG BERBEDA [ Completed ]
  • Lucky ( Completed )
  • First Love And Last Love(✔)🔚
  • SELF LOVE
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • Kayla dan Nathan
  • Gheandra [END]

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

More details
WpActionLinkContent Guidelines