Senja Terakhir (HIATUS)

Senja Terakhir (HIATUS)

  • WpView
    Reads 1,734
  • WpVote
    Votes 524
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 25, 2020
Apa sih istimewanya senja bagi dia? Kata-kata itu seperti tak asing lagi baginya. Dhisty,si gadis pengagum senja yang setiap harinya duduk di halaman rumah ketika sudah petang hanya untuk melihat langit yang jingga itu.Kenangan masa lalu itu kembali hadir di memorinya. Tapi semuanya berubah setelah Arvan datang dalam hidupnya. Cowok itu membuat ia teringat akan sosok yang selalu dirindukannya. Sosok yang tak mungkin bisa kembali ke kehidupannya. Ia ingin sekali bisa move on dari masa lalu, karena ia tidak ingin membuat luka yang lebih dalam lagi di hatinya. Kamu telah memberi warna di hidupku Tetapi mengapa kamu enggan untuk ada di hatiku? -Arvan- Bukannya aku tidak mau Tetapi aku takut masa lalu itu terulang kembali kepadaku -Dhisty-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Arkrasiv ☑️
  • TUHAN PELUK AKU SEBENTAR SAJA
  • Zenna Story
  • Hiraeth'n
  • Senja Kaylara [ END ]
  • Keluarga di Ujung Senja
  • Nothing Vain Love
  • Hues of You
  • BLUE HOUR (Rona Senja di Langit Biru)

Tentang perjuangan untuk mendapatkan, namun yang pada akhirnya dia lepaskan. Krasiva benci peduli dan percaya pada orang lain. Lalu Arkara datang, mengubah yang asing menjadi biasa. Namun sayang, hal biasa tadi kemudian berubah lagi menjadi asing. Krasiva kembali benci untuk peduli dan percaya. *** Tadinya aku pikir kehadirannya akan menyembuhkan luka pada hatiku --ah, setidaknya aku berharap kau bisa mengurangi sedikit saja rasa perihnya. Awalnya memang begitu. Kamu berlagak seperti orang paling mengerti. Namun ketika aku mencoba membuka hati, kamu hilangkan semua. Aku ditinggal ditengah jalan. Dengan segenap rasa pada hatiku yang kini telah mengembang untukmu. Akhirnya aku sendiri lagi. -Krasiva Anastasya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines