"Ini semua terjadi karena gue terlalu baik. Atau karena...
gue goblok dan polos."
- Reynald -
Dunia ini ternyata kejam. Orang-orang menuntut kepercayaan tapi sendirinya penuh kebohongan. Mereka ngomong seenaknya soal gue dan gobloknya gue bisa langsung merasa bersalah tanpa mikir. Tapi ketika gue melakukan hal yang sama, mereka malah marah-marah, sama sekali nggak terima. Gue nggak pernah tau kejamnya dunia sampai gue akhirnya sampai di titik dimana ada orang yang nuntut gue untuk minta maaf, tapi sendirinya merasa biasa-biasa saja saat melakukan kesalahan.
Orang-orang bilang, "Lu jangan terlalu polos. Lu harus tau betapa kejamnya dunia biar nggak digoblokin orang." Padahal niat gue hanya mau belajar percaya ke orang lain.
Maaf.."
Hanya kata itu yang bisa Dimas ucapkan
Rindu pun hanya diam, dia tidak mau bicara sama sekali dengan cowok jangkung yang duduk di sebelah nya ini
"Maaf in gue, gue... gue.. engga sengaja" Dimas mulai menunjukkan wajah sendu nya, penuh rasa bersalah yang mendalam
Rindu menutup telinga dengan kedua tangan nya sambil menundukkan kepala ke bawah
Sama sekali tidak mau mendengar apa-apa lagi, rindu merasa jijik dan merasa kotor jika dekat Dimas saat ini, rasa trauma itu terus mengguncang jiwa nya
"Lo kenapa?"
Tak ada sahutan apa-apa dari rindu, hingga tiba-tiba tubuh rindu jatuh lemas menghantam bagian depan mobil
Dimas pun kaget dan langsung menepikan mobil nya
"Hey .. lo kenapa?" Dimas menepuk-nepuk pipi rindu pelan berusaha menyadarkan rindu yang tiba-tiba pingsan
"Rindu"
{banyak konflik yang terus bergulir, rindu pun bertemu dengan seorang laki-laki selain dimas yang tiba-tiba hadir dalam hari-hari nya.
Mampukah rindu meraih kebahagiaan nya?????}