Story cover for Desember by DimensiBulan12
Desember
  • WpView
    Reads 228
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 228
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Dec 28, 2019
Tujuh ratus empat puluh empat jam namamu tersemat di dalam hatiku. Hingga detik terakhir aku tersadar, kamu hanyalah semu yang terus aku impikan.

~

Kehidupan Azura ibarat seekor burung dalam sangkar. Terkurung dalam suatu tempat yang tidak bisa membuatnya terbang bebas. Bergantung pada sang pemilik yang siap dengan berbagai skenario.

Namun, jauh di lubuk hati, jiwa burung kecil meronta. Rindu akan kebebasan angkasa luas. Ingin seperti seekor singa yang mampu mengaum keras melalang bualang. Tanpa harus takut apapun yang menghalanginya.

Di tengah banyaknya kekangan, Azura mencoba melewati garis batas hidupnya yang telah dibuat oleh sang ibu. Hingga ia bertemu dengan sosok misterius. Sosok yang membuat kehidupannya jungkir balik.
All Rights Reserved
Sign up to add Desember to your library and receive updates
or
#170desember
Content Guidelines
You may also like
US AND LAKE COMO ITALY [ON GOING] by moonskyther
10 parts Ongoing
[FOLLOW SEBELUM BACA] CERITA ORIGINAL HANYA ADA DI AKUN : moonskyther, selain itu berarti PLAGIAT. BLURB : Kehidupan selalu memiliki misterinya sendiri, dengan rasa sakit atau dengan rasa bahagia ia menciptakan segelintir karakter manusia. Beberapa manusia mungkin dapat berdamai dengan hidupnya, dengan masa lalunya yang kelam, melanjutkan aktivitas hidup seperti biasa. Namun, itu tidak berlaku untuk manusia yang hidupnya telah tragis bahkan sejak ia masih kecil. Rasanya, hidup bagai badai yang selalu mencekamnya. Ia masih hidup, namun jiwanya telah lama mati. Ia masih berenang, namun jauh di dalam dasar sana ia telah lama tenggelam. Manusia tidak pernah sembuh perihal luka dan trauma. Mereka selamat dari kecelakaan, namun telah sepenuhnya cacat seumur hidup. Tapi sekali lagi, dunia terlalu jahat untuk manusia menjadi lemah. Dunia terlalu jahat untuk manusia yang tidak sedikitpun mempunyai alasan untuk tertawa ditengah telah berdarah-darah hidupnya. Alasan-alasan kecil untuk tetap bertahan hidup, bagai sebuah pondasi untuk pertahanan diri. Semua orang memiliki alasan bertahan hidup yang berbeda, untuk sekedar selalu menikmati segelas es kopi di pagi hari, atau untuk sekedar dapat berkunjung ke tempat yang ingin dinikmati. Hal itu yang selalu terlintas dalam benak seorang Aryan, dengan mimpinya yang selalu ingin melihat indahnya hamparan air danau Como. "Setidaknya sekali dalam hidup, aku ingin membawa diriku, aku ingin memuja mataku untuk melihat keindahan danau Como, itu inginku setidaknya sebelum aku melebur menjadi tanah." - Aryan Bagaskara Adhiwijaya.
BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [ON GOING] by Fratkn
64 parts Ongoing
Sebutan wanita rendahan yang orang lain sematkan padanya tak membuat gadis itu menyesali keputusannya. Awalnya ia berpikir demikian, sampai di mana dirinya bertemu dengan sosoknya yang bagai hutan luas. Memberikan kesan tenang diawal, namun menyesatkan saat terlalu jauh melangkah. Perasaan gelisah menghantui seolah pohon-pohon itu siap menelannya dalam keterpurukan saat tak menemukan jalan pulang. Hanya ada hijau, seperti sorot matanya yang begitu dalam. Tak sampai di situ, rentetan kejadian tak terduga yang mengubah hidup dan cara pikirnya membuat Widari menyesali pilihannya. Kata 'andai', hanya sebatas kata yang tak bisa tercapai. Kehilangan orang-orang terkasih membuatnya tersadar, kini hidupnya tak lagi berarti. Keegoisan untuk hidup berdasarkan pilihannya sendiri kini ia sesali. Sosok baru datang. Seorang yang tempat asalnya masih abu-abu, sosok yang tak bisa Widari nilai dengan mudah, punggung lebar yang berdiri di hadapannya, melindunginya tanpa alasan yang jelas, mencoba menerobos masuk tanpa ia beri kesempatan. Hingga akhirnya memilih berakhir, mengakhiri takdir menyedihkan bersamanya dalam keputusasaan dan kehilangan... ____ ____ ● Mungkin terdapat beberapa kesalahan yang tak disadari oleh penulis. ●Semua dalam cerita hanya fiksi semata dan tak ada sangkut pautnya dengan kehidupan asli seseorang. ____ ~JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAK SETELAH MEMBACA, BERUPA VOTE & KOMEN~ ----- Cerita yang saya buat semata-mata hanya untuk dinikmati dan tidak untuk menyinggung pihak manapun. Maaf jika ada salah yang tidak saya sengaja ataupun tidak saya ketahui. ----- PERINGATAN! CERITA YANG SAYA BUAT MURNI PEMIKIRAN SAYA SENDIRI. JADI TOLONG JANGAN COPY CERITA INI DENGAN ALASAN APAPUN! PLAGIAT HARAP MENJAUH! ___ NOTE : JIKA TIDAK MENYUKAI WATAK KARAKTER DALAM CERITA INI DIPERSILAHKAN UNTUK BERHENTI MEMBACA ATAU BACA CERITA SAYA YANG LAIN. ____ Publikasi: 15-05-2024 ____ Pictures: Canva & AI
𝑨𝒌𝒔𝒂𝒓𝒂 𝑫𝒊 𝑳𝒂𝒏𝒈𝒊𝒕 𝑷𝒂𝒔𝒖𝒏𝒅𝒂𝒏 by amii_siska
5 parts Ongoing Mature
🚫⚠️ 𝗠𝗘𝗡𝗚𝗔𝗡𝗗𝗨𝗡𝗚 𝗔𝗗𝗘𝗚𝗔𝗡 𝗞𝗘𝗞𝗘𝗥𝗔𝗦𝗔𝗡 𝗗𝗜 𝗕𝗘𝗕𝗘𝗥𝗔𝗣𝗔 𝗣𝗔𝗥𝗧, 𝗝𝗔𝗗𝗜 𝗗𝗜 𝗠𝗢𝗛𝗢𝗡 𝗕𝗜𝗝𝗔𝗞 𝗗𝗔𝗟𝗔𝗠 𝗠𝗘𝗠𝗕𝗔𝗖𝗔!! ⚠️🚫 Dua atma yang ditakdirkan bersama, dengan berselimut luka dan lara. Mencari kebahagiaan dalam kejamnya dunia, menerima takdir menyakitkan tanpa ada jeda untuk bahagia. Saling mendekap untuk menguatkan, menjadi sandaran untuk atma yang terluka lainnya. Yura si gadis kutu buku yang di dalam hidupnya menyimpan banyak lara dan juga luka yang ia dapatkan dari orang-orang terdekatnya. Sejak ayahnya di PHK, kehidupan Yura dan keluarga yang tadinya harmonis malah menjadi luka terbesar baginya, dimana sang ayah yang terkenal begitu penyayang dan selalu memanjakan dirinya kini malah menjadi monster mengerikan yang memberikan luka bagi putri kecilnya. Ibu Yura yang terkenal akan kelemahan lembutannya dan bagaikan malaikat tak bersayap bagi anak-anaknya, kini ia malah mematahkan kedua sayap harapan anak-anaknya, sang ibu yang ketahuan berselingkuh pun membuat sang ayah makin menjadi-jadi dan menjadikan Putri kecilnya sebagai pelampiasan. Hingga pada akhirnya, Yura bertemu dengan seorang lelaki bernama Aksara, yang selalu menganggunya dengan tingkah tengil lelaki itu setiap kali bertemu, namun sikap Aksara yang begitu perhatian membuatnya yang acuh tak acuh menjadi luluh. Tanpa di sangka kehidupan Aksara yang terkenal anak ceria dengan penuh tawa ternyata juga menyimpan luka yang amat dalam di balik senyumnya. akankah takdir menyatukan keduanya? akankah semesta mau berbaik hati untuk menyatukan kedua atma yang rapuh itu untuk saling mendekap dan menguatkan? Tapi...., bagaimana dengan tembok yang membentang tinggi yang menghalangi keduanya? penasaran? ikuti kisah selanjutnya... 🚫 DILARANG PLAGIAT/COPY!! 🚫
You may also like
Slide 1 of 8
US AND LAKE COMO ITALY [ON GOING] cover
Dalam Kepalanya yang Tak Pernah Hening cover
BUN𝖦A PRIBU�ΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [ON GOING] cover
Poison Of Love cover
ZAWIL cover
MAREAPADA [Revision]  cover
𝑨𝒌𝒔𝒂𝒓𝒂 𝑫𝒊 𝑳𝒂𝒏𝒈𝒊𝒕 𝑷𝒂𝒔𝒖𝒏𝒅𝒂𝒏 cover
Polaris Cinta Kehidupan (Lengkap) cover

US AND LAKE COMO ITALY [ON GOING]

10 parts Ongoing

[FOLLOW SEBELUM BACA] CERITA ORIGINAL HANYA ADA DI AKUN : moonskyther, selain itu berarti PLAGIAT. BLURB : Kehidupan selalu memiliki misterinya sendiri, dengan rasa sakit atau dengan rasa bahagia ia menciptakan segelintir karakter manusia. Beberapa manusia mungkin dapat berdamai dengan hidupnya, dengan masa lalunya yang kelam, melanjutkan aktivitas hidup seperti biasa. Namun, itu tidak berlaku untuk manusia yang hidupnya telah tragis bahkan sejak ia masih kecil. Rasanya, hidup bagai badai yang selalu mencekamnya. Ia masih hidup, namun jiwanya telah lama mati. Ia masih berenang, namun jauh di dalam dasar sana ia telah lama tenggelam. Manusia tidak pernah sembuh perihal luka dan trauma. Mereka selamat dari kecelakaan, namun telah sepenuhnya cacat seumur hidup. Tapi sekali lagi, dunia terlalu jahat untuk manusia menjadi lemah. Dunia terlalu jahat untuk manusia yang tidak sedikitpun mempunyai alasan untuk tertawa ditengah telah berdarah-darah hidupnya. Alasan-alasan kecil untuk tetap bertahan hidup, bagai sebuah pondasi untuk pertahanan diri. Semua orang memiliki alasan bertahan hidup yang berbeda, untuk sekedar selalu menikmati segelas es kopi di pagi hari, atau untuk sekedar dapat berkunjung ke tempat yang ingin dinikmati. Hal itu yang selalu terlintas dalam benak seorang Aryan, dengan mimpinya yang selalu ingin melihat indahnya hamparan air danau Como. "Setidaknya sekali dalam hidup, aku ingin membawa diriku, aku ingin memuja mataku untuk melihat keindahan danau Como, itu inginku setidaknya sebelum aku melebur menjadi tanah." - Aryan Bagaskara Adhiwijaya.