Desember
  • WpView
    Reads 230
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 14, 2020
Tujuh ratus empat puluh empat jam namamu tersemat di dalam hatiku. Hingga detik terakhir aku tersadar, kamu hanyalah semu yang terus aku impikan. ~ Kehidupan Azura ibarat seekor burung dalam sangkar. Terkurung dalam suatu tempat yang tidak bisa membuatnya terbang bebas. Bergantung pada sang pemilik yang siap dengan berbagai skenario. Namun, jauh di lubuk hati, jiwa burung kecil meronta. Rindu akan kebebasan angkasa luas. Ingin seperti seekor singa yang mampu mengaum keras melalang bualang. Tanpa harus takut apapun yang menghalanginya. Di tengah banyaknya kekangan, Azura mencoba melewati garis batas hidupnya yang telah dibuat oleh sang ibu. Hingga ia bertemu dengan sosok misterius. Sosok yang membuat kehidupannya jungkir balik.
All Rights Reserved
#506
desember
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cahaya [COMPLETED]
  • Pria As-Syams(END)✅
  • KEPERGIAN SENJA
  • MAREAPADA [Revision]
  • Poison Of Love
  • EVERNA Hikayat Everna - Senarai Legenda Fantasi
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • 𝑨𝒌𝒔𝒂𝒓𝒂 𝑫𝒊 𝑳𝒂𝒏𝒈𝒊𝒕 𝑷𝒂𝒔𝒖𝒏𝒅𝒂𝒏
  • Satu dari miliknya [Transmigrasi]

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines