Story cover for tsang laskar by fedelweissg
tsang laskar
  • WpView
    MGA BUMASA 287
  • WpVote
    Mga Boto 65
  • WpPart
    Mga Parte 6
  • WpView
    MGA BUMASA 287
  • WpVote
    Mga Boto 65
  • WpPart
    Mga Parte 6
Ongoing, Unang na-publish Dec 28, 2019
Ini bukan cerita dengan ending yang bahagia.
Ini tentang puan dan tuan yang sama-sama harus 
saling mengikhlaskan. 

Bahwa tidak semua orang yang mencintaimu, 
mampu mati-matian menunggu dan sabar mengejarmu. 

Suatu saat ia akan menyerah dan melepas egonya. 
Merelakan yang telah lama digenggam.
Sebab suatu hari jika ia akan kembali, ia akan mencarimu. 

"Dara, terimakasih sudah menjadi orang yang mendengar dan meyakinkanku ketika aku lelah menyimpan beban sendirian," Laskar

"Laskar, aku sedang berusaha merelakan. Tapi jangan paksa aku berhenti merindu dan menunggu," Dara
All Rights Reserved
Sign up to add tsang laskar to your library and receive updates
o
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Di Pertemukan  ni calistazyay
14 mga parte Ongoing
Hidup bukan tentang seberapa cepat kita sembuh, tapi tentang seberapa tulus kita memilih untuk terus melangkah, meski dalam keadaan belum pulih sepenuhnya. Caca bukan gadis yang sempurna-dan ia tidak sedang berusaha untuk menjadi satu. Ia hanya ingin belajar berdamai dengan masa lalu, dengan dirinya, dan dengan dunia yang dulu terasa terlalu bising untuk hatinya yang rapuh. Selama bertahun-tahun, ia hidup dalam ketakutan yang tak bisa ia ungkapkan. Ia menyimpan amarah, kecewa, dan keraguan pada dirinya sendiri. Tapi pelan-pelan, langkah kecilnya membawanya keluar dari gelap yang lama membungkusnya. Bukan karena semua rasa sakit itu tiba-tiba hilang, tapi karena kini ia tahu bahwa ia tidak sendiri. Melalui kegiatan OSIS, ia belajar suara dirinya juga berharga. Lewat pengalaman volunteer, ia tahu bahwa memberi bukan soal mampu atau tidak, tapi tentang peduli. Dan lewat kehadiran Aji, ia mulai memahami bahwa ia layak dicintai-tanpa syarat, tanpa harus menjadi orang lain. Caca mungkin tidak akan pernah benar-benar melupakan luka yang dulu, tapi kini ia tidak lagi membiarkan luka itu mengatur jalan hidupnya. Ia menoleh ke belakang bukan untuk tenggelam dalam kenangan, tapi untuk mengingat betapa jauh ia sudah melangkah. Ia bukan lagi gadis kecil yang hanya bisa diam saat disakiti-ia telah menjadi pribadi yang tahu cara mencintai, terutama mencintai dirinya sendiri. Pada akhirnya, DiPertemukan bukan sekadar cerita tentang cinta antara dua orang. Ini adalah kisah tentang pertemuan-pertemuan yang membawa makna. Pertemuan dengan teman baru, pengalaman baru, dan yang paling penting-pertemuan dengan jati diri yang selama ini tersembunyi. Caca tidak diselamatkan oleh siapa pun. Ia memilih untuk menyelamatkan dirinya sendiri... dan itu adalah bentuk keberanian yang paling indah. Penulis Calista Maulidina Syofyan
LOST MY BREATH (ON GOING) ni rainbowrubyynvl_
6 mga parte Kumpleto
INI CERITA KARYA IMAJINASI AKU SENDIRI. JADI, JIKALAU ADA NAMA, TEMPAT DAN LAIN SEBAGAINYA YANG SAMA MUNGKIN ITU HANYA KEBETULAN SAJA. KARNA CERITA INI BENER-BENER KARANGAN AKU SENDIRI. MOHON DILARANG UNTUK PLAGIAT DALAM BENTUK APAPUN!!! -------- "Sisi lain yang tersembunyi..." ___ Seperti halnya luka. Ketika kamu belum merasakan bahwa kamu terluka maka kamu tak akan tau betapa pedihnya yang dirasa dari luka itu sendiri. Tapi ketika kamu tau atau bahkan mulai menyadari, maka kamu akan mulai merasakan betapa pedihnya luka itu. Meski itu hanya luka kecil sekali pun. Ketika kamu butuh sosok seorang yang menyayangi dan mencintaimu dengan tulus, saat itu juga kamu akan merasakan betapa pahitnya rasa sayang dan juga cinta, Secara bersamaan. Kamu akan mengerti ketika semuanya telah hilang, ketika semuanya menganggap Kamu tak ada bahwa sesungguhnya kamu ada. Dan kamu hanya bisa diam dan menerima, walau semua itu menyakitkan sekalipun. Airmata juga sudah tak ada gunanya hanya untuk menangisi sesuatu yang sudah terjadi. Tapi, meskipun begitu. "Kenapa airmata ini selalu saja keluar tanpa aku minta?" "Saat aku ingin bertahan pun, rasanya itu semua akan sia-sia. Tak ada yang perlu dipertahankan jika nantinya akan berakhir menyakitkan." "Terlebih, jika harus merasakan yang tak seharusnya itu terjadi secara langsung didalam hidupku" "Tak ada yang perlu dikasihani, Karna aku tak butuh rasa kasihan itu. Dan tak ada yang perlu diprihatinkan, ketika semua yang aku rasa telah hilang..., dan..., mati!" Sungguh, betapa kejamnya takdir mempermainkannya. šŸšŸšŸ
Felicia> Januari With You ni kall_jssca
25 parte Ongoing
ā€ŽHendra... ā€Žseorang anak SMP yang bahkan tak lagi bersekolah. ā€ŽKulitnya legam, senyumnya pelan, ā€Žhidupnya penuh hinaan dan tatapan jijik. ā€Ž ā€ŽIa hanya ingin dagangannya laku... ā€Ždan pulang tanpa luka yang terlalu dalam. ā€Ž ā€ŽHingga suatu hari, ā€Ždatanglah seorang gadis seperti bidadari. ā€ŽFelicia. ā€Ž ā€ŽGadis cantik bermata sipit, keturunan kaya, ā€Žberjalan pelan ke arahnya... ā€Žlalu bicara dengan suara paling lembut yang pernah ia dengar. ā€Ž ā€ŽFelicia tidak takut, tidak jijik. ā€ŽIa menggenggam tangan Hendra... ā€Žmenemani dagangannya, duduk di sisinya, ā€Ždan mencintai dia-yang bahkan tak pernah mencintai dirinya sendiri. ā€Ž ā€ŽHari demi hari, Felicia menjadi cahaya. ā€ŽMembuat Hendra tersenyum. Membuatnya percaya... ā€Žbahwa seseorang sepertinya bisa dicintai... bisa berarti. ā€Ž ā€ŽTapi cinta seperti Felicia tak datang untuk selamanya. ā€Ž ā€ŽDulu, seorang kakek pernah berkata, ā€Ž"Kalau suatu hari... ada seseorang yang datang padamu, ā€Žseseorang yang mustahil untuk hadir dalam hidupmu... ā€Žtapi dia datang, menoleh, tersenyum, lalu duduk di sebelahmu, ā€Žbiasanya... dia hanya dikirim untuk sebentar saja. ā€ŽUntuk membuatmu merasa dicintai, ā€Žuntuk menyembuhkan hatimu yang diam-diam patah. ā€ŽLalu setelah itu... dia akan pergi. ā€ŽBukan karena tak cinta... ā€Žtapi karena Penciptanya memanggil pulang." ā€Ž ā€ŽBenarkah... Felicia akan pergi? ā€ŽApakah cinta sehangat itu... hanya datang untuk dikenang? ā€ŽDan bila benar ia akan hilang... ā€Žmampukah Hendra mengucap selamat tinggal... pada satu-satunya cahaya dalam hidupnya? šŸ’” ā€Ž.
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 6
Di Pertemukan  cover
LOST MY BREATH (ON GOING) cover
Felicia> Januari With You cover
Aderaga [ON GOING] cover
BUKAN AKHIR YANG KUPINTA cover
Langit yang tak lagi Sama  cover

Di Pertemukan

14 mga parte Ongoing

Hidup bukan tentang seberapa cepat kita sembuh, tapi tentang seberapa tulus kita memilih untuk terus melangkah, meski dalam keadaan belum pulih sepenuhnya. Caca bukan gadis yang sempurna-dan ia tidak sedang berusaha untuk menjadi satu. Ia hanya ingin belajar berdamai dengan masa lalu, dengan dirinya, dan dengan dunia yang dulu terasa terlalu bising untuk hatinya yang rapuh. Selama bertahun-tahun, ia hidup dalam ketakutan yang tak bisa ia ungkapkan. Ia menyimpan amarah, kecewa, dan keraguan pada dirinya sendiri. Tapi pelan-pelan, langkah kecilnya membawanya keluar dari gelap yang lama membungkusnya. Bukan karena semua rasa sakit itu tiba-tiba hilang, tapi karena kini ia tahu bahwa ia tidak sendiri. Melalui kegiatan OSIS, ia belajar suara dirinya juga berharga. Lewat pengalaman volunteer, ia tahu bahwa memberi bukan soal mampu atau tidak, tapi tentang peduli. Dan lewat kehadiran Aji, ia mulai memahami bahwa ia layak dicintai-tanpa syarat, tanpa harus menjadi orang lain. Caca mungkin tidak akan pernah benar-benar melupakan luka yang dulu, tapi kini ia tidak lagi membiarkan luka itu mengatur jalan hidupnya. Ia menoleh ke belakang bukan untuk tenggelam dalam kenangan, tapi untuk mengingat betapa jauh ia sudah melangkah. Ia bukan lagi gadis kecil yang hanya bisa diam saat disakiti-ia telah menjadi pribadi yang tahu cara mencintai, terutama mencintai dirinya sendiri. Pada akhirnya, DiPertemukan bukan sekadar cerita tentang cinta antara dua orang. Ini adalah kisah tentang pertemuan-pertemuan yang membawa makna. Pertemuan dengan teman baru, pengalaman baru, dan yang paling penting-pertemuan dengan jati diri yang selama ini tersembunyi. Caca tidak diselamatkan oleh siapa pun. Ia memilih untuk menyelamatkan dirinya sendiri... dan itu adalah bentuk keberanian yang paling indah. Penulis Calista Maulidina Syofyan