ARLETTA

ARLETTA

  • WpView
    Reads 98
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 22, 2020
**** "Dasar anak sialan, nyah kau" "Anak pembawa sial" "Pembunuh" "Anak yang tidak di ingin kan" "Apa seburuk itu hidup ku ini??, apa aku anak haram??" "Seharusnya jika kalian tidak menginginkan ku, kenapa tidak kalian bunuh saja aku saat aku masih di dalam kandungan"-Ucap wanita dengan derai air mata yang sudah membasahi pipi nya "Karna itu kami salah telah memiliki anak seperti mu"-bentak lelaki yang sudah tidak bisa di bilang muda lagi "Yasudah bunuh saja aku sekarang, tampar, tendang lah aku sesuka kalian. Aku tidak akan melawan kalian lagi. bunuh, BUNUH AKU"-teriak wanita itu tak kalah keras "Pergi kau sialan"-teriak wanita yang bisa di bilang umurnya hampir sama dengan lelaki tadi "Hah. Kau bulang ingin membunuh ku, bunuh lah aku sekarang" BRAKKK "Aww"-ringis wanita itu ketika mendapat tendangan keras dari lelaki di depan nya "Diam kau sialan" BRAKKKK(di tendang nya lagi wanita itu) "PERGIIII" "Aku akan pergi jika itu yang kalian ingin kan, ingat lah bahwa penyesalan selalu ada di ahir" BRAKKKK "DASAR PEMBUNUH, PERGI KAU"
All Rights Reserved
#174
kenyataan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SOLITUDES
  • JANUS
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • ARISYI EL QATHYA
  • DISA | broken
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • World Of Magic [1]
  • ALSTARAN [END]
  • save me
SOLITUDES

Highest rank: #1 in Fiksiremaja #1 in Cerita #3 Pregnant #5 teenfiction #8 in Benci #8 in Pregnant #10 in SMA #10 in Remaja [DISARANKAN UNTUK FOLLOW AUTHOR TERLEBIH DAHULU, AGAR PEMBACA TAHU PENGUMUMAN TENTANG CERITA INI] ---- Malam itu, membuatnya membenci dirinya sendiri. Malam itu, malam terburuk baginya. Mengakhiri hidup adalah salah satu jalan baginya. Rasa benci yang sangat besar, membuatnya merasa kesepian. Ingin ia memutar waktu, untuk tidak menemuinya malam itu. 'Selalu menganggap diriku kotor, adalah sebuah kebiasaan.' - Gianna Pristin Dirgantara - ---- Kesalahan besar telah ia perbuat. Tantangan konyol yang membuatnya terjebak. Rasa penyesalan semakin tumbuh dalam dirinya. Lelah sudah ketika ia semakin tenggelam dalam penyesalan yang dalam. Kata maaf tidak pantas untuk ia ucapkan. 'Menyakitinya adalah kebiasaanku.' - Arthur Julian Wijayanto - ---- DON'T COPY MY STORY!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines