Nilukaku (Hidup Itu Pilihan)

Nilukaku (Hidup Itu Pilihan)

  • WpView
    Reads 146
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 27, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Jangan lupa mampir "Tolol dipelihara,. Yang pake wifi sekolahan sapa aja? Beneran mati? " ulang Diana yang sudah berdiri di depan Riva karena tak mendapat jawaban "Kayaknya iya sih, mungkin kebanyakan yg make makanya di matiin" sahut Yana yang sedaritadi merhatiin mereka dalam diam "Yah gak asik banget, main dimatiin gitu aja" "Kenapa sih heboh bener cuma gara gara wifi mati, emang gk kuota??" "Ha iya katanya sultan kok pake wifi sih" "Gini ya man teman,. Sultan belum ngambil uang d atm ya" elak Diana dengan wajah songong nya "dan gua gk tau klo calon suami gua lagi live streaming, " imbuhnya sambil meratapi wajah manurios di hpnya "Karepem din,. Mati kubur dewe" tandas Riva °dindanke °
All Rights Reserved
#24
kawan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hate Me Past, Not Now
  • SENIOR SAYANG {SELESAI✅}
  • Seana or Seano
  • Ratapan seorang JONES!
  • laut yang membawanya pergi (END) ✓
  • Removed [HIATUS]
  • Rara [ Proses Penerbitan ]
  • MOVE ON ✅
  • Minus A

Kegilaan ini terjadi begitu saja, saat keluarganya memaksa Lara pulang untuk mengeklaim warisan yang di tinggalkan oleh orang tuanya karena meninggal akibat kecelakaan. Itu semua di luar prediksi, teman Lara pun kaget Karena wanita itu malah berpesta liar di bar bahkan sebelum seminggu kematian orang tuanya. "Lo bener-bener gila!" Lara, "I'am." "Lo kesini cuman ngambil warisan, dan lo gak keliatan berduka. Gak usah jauh-jauh berduka, lo bahkan gak repot ngedrama sedih di pemakaman. Lo--ah! Ini bikin branding lo jelek dimata semua orang," "Gue bukan owner skincare!" "Out of the topic, bitch!" "I don't fucking care, pusing amat mikir reputasi. Gimanapun gue, gak ngaruh juga, they still hate me. Jadi percuma pencitraan, yang ada rugi tenaga gue!" "Durhaka banget jadi anak, gitu juga orang tua lo!" Lara tidak peduli, kembali meminum sloki di tangannya, "Anak mereka 'Dia' doang, sejak kapan gue jadi anak. Jadi, stop gue gak mau bahas apapun lagi, it's time to party!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines