Sister's Diary

Sister's Diary

  • WpView
    Leituras 853
  • WpVote
    Votos 204
  • WpPart
    Capítulos 14
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, mai 22, 2020
Kisah cinta kakak yang ia tulis di buku diary.Kakakku-Raya.Sayangnya ia meninggal satu tahun yang lalu. Kalian tau,apa yang buat aku iri dari kakakku?Dia selalu terlihat bahagia karena kisah percintaannya.Silahkan katakan aku penguntit,tapi aku pernah melihatnya menuliskan setiap jengkal momen bahagianya itu didalam sebuah diary. Ya.Kisah ia dengan seorang tambatan hatinya,membuat aku punya ide gila untuk mengikuti alur sesuai yang tertulis di diary kakak. Kak,bisakah aku seberuntung kakak?
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Yours - Completed
  • My Boy Friend [SELESAI]
  • ATHALARIQ
  • UNTHINKABLE
  • Hi Cold Prince
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • SAGARA [Completed]
  • ALASKA ✔ [SUDAH TERBIT]
  • Where The Feelings

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo