Story cover for B A G A S by RRAAHZAAA
B A G A S
  • WpView
    LECTURES 10
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Chapitres 1
  • WpView
    LECTURES 10
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Chapitres 1
En cours d'écriture, Publié initialement déc. 28, 2019
Bagas namanya, seorang siswa yang terkenal sangat nakal di sekolah tiba tiba berubah menjadi seseorang yang sangat penurut dan beretika karena seorang siswi yang baru saja masuk ke sekolahnya.

"A-aku tidak punya uang lagi kak."

"Kemarin kau pun mengatakan hal yang sama ya!."


/Plak


Pukulan yang mendarat dari arah belakang, lalu dengan cepat ia menoleh

"Apa yang sedang kau lak- ." ucapnya terpotong 

"Aku tahu kau kaya, aku tak habis pikir untuk apa uang itu jika kau punya banyak uang? ."

"Kau hanya anak baru di sini, tahu apa tentang ku?!."

"Aku tahu banyak tentang mu tapi mungkin kamu yang tidak mengetahui ku, sepertinya butuh waktu lama untuk aku membuat mu berubah menjadi lebih baik."

"Apa yang kau tahu tentang ku, lalu apa yang kau maksud untuk membuat ku berubah?."
Tous Droits Réservés
Table des matières

1 chapitre

Inscrivez-vous pour ajouter B A G A S à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 7
FARZAA cover
LIKE A FOOL cover
Maura √ (Tamat - Karyakarsa)  cover
Klena & Relino cover
Couple Goals [Completed] cover
Because I'm Stupid (End) cover
Unforgettable (𝐄𝐍𝐃) cover

FARZAA

5 chapitres Terminé

"Kenapa di nama panggilan lo, huruf 'A' yang terakhirnya ada dua?", kata gadis itu sambil menengok orang yang ditanyanya barusan, yang kini tengah berada di sampingnya. Ia sempat kaget dengan pertanyaan yang dilontarkan gadis yang berada di sampingnya itu. Pasalnya hanya dia yang memerhatikan namanya dan berani bertanya kepadanya. "Ngapain lo mikirin nama gue? Gak penting banget." Jawab Farzaa akhirnya, tanpa melihat ke arah lawan bicaranya. Gue pokoknya harus tahu, guamamnya dalam hati. "Eh iya sih, yang penting kan, kita bisa menghasilkan uang, kita punya uang, dan kita juga bisa menikmati uang kita." gadis itu tertawa sebelum mengucapkan kalimatnya yang baru ia lontarkan. Ia sungguh tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari gadis itu barusan, tapi ia bersikap seolah biasa saja dan berkata "Gak semua orang bahagia karena uang. Dan gak seharusnya juga lo terus jadiin seolah-olah uang adalah segalanya dan uang sebagai pemeran utama dalam kehidupan lo". Gue harus ubah cara pikir lo, batinnya. Sebelum gadis itu menjawab, ia melanjutkan perkataannya. "Uang itu salah satunya. Bukan satu-satunya", ia tersenyum dan berbicara setenang mungkin. "Lalu apa?", balasnya dengan gugup setelah mendengar penuturan laki-laki di sampingnya, yang ia sendiri tidak menyangka tanggapannya akan seperti itu. "..."