Air dan Semesta

Air dan Semesta

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 6, 2020
hidup itu bagai air yang mengalir, mengikut suratan takdir dimana ia akan berhenti. Entah sejak kapan gadis bernama Airilya Evelyna Poetri menyadari bahwa segalanya adalah takdir yang Tuhan buat sebegitu indahnya. bersama sahabatnya layaknya semesta, dirinya akan mencari jati diri yang telah lama hilang di antara air yang mengalir. Mungkin semuanya jelas terjadi, Air sendiri tak menyadari bahwa kehidupannya telah di atur sedemikian sempurna, hingga Cinta pun sempat menyapa walau tak tau akhir dari sebuah penantian panjang Air.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DUNIA FLORA
  • A STARBOY WITH A QUIET GIRL
  • CHRISTIAN EL DANDELION [ The End ]
  • the way you hurt me (ON GOING)
  • FALLING IN LOVE
  • AKSARA LARA(END)
  • AKU PANTAS
  • I FOUND YOU S2
  • Jejak Hati di Persimpangan Takdir

Gue cuma gak mau Lo mati," suara Fabian terdengar parau. Flora tersenyum getir, " Tapi Lo sendiri yang buat gue ngerasa mati sebelum gue mati," Fabian terdiam. Ucapan flora barusan menampar dirinya keras, membuat rasa bersalah semakin menggerogotinya. " Ra... Tolong ngerti," suara Fabian tercekat. " Gue selalu ngerti Fabian!" bentaknya tak sadar, isakannya semakin terdengar jelas, membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan merasa sedih. "Tapi siapa yang peduli perasaan gue?" suara gadis itu melemah. " Siapa yang peduli mental gue hancur? Siapa yang peduli kalo gue cuma orang yang haus kasih sayang? Siapa?!" " Di sini ada gue yang sayang sama Lo," Fabian meraih tangan gadis itu namun flora dengan cepat langsung menepisnya. Air mata Fabian mengalir membasahi pipinya. " Kita bakal hidup bahagia..."satu isakan lolos dari mulut Fabian, namun ia langsung menahannya. Flora menggeleng pelan, tatapannya semakin kosong. " Kisah kita gak bakalan berakhir happy end Fabian..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines