Hello Reichaa!

Hello Reichaa!

  • WpView
    Reads 163
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 9, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"gua cinta sama lo" ucap gadis itu, dia meberanikan diri untuk mengatakan isi hati nya kepada pria di hadapannya ini "Eh inget ya! Gua nikahin lo itu karna bunda lo udah mau meninggal, kalo engga mah gua ogah kali nikah sama lo, ngaca dong lo! Sok bilang cinta. Cantik lo? Dasar gatau malu" ucap pria itu dengan santai nya, ia berbicara tanpa memikirkan hati gadis itu Bendungan air di mata sang gadis tdk bsa tertahan lagi, dia menangis, dadanya sesak mendengar pernyataan suami nya itu "Gua gak nyangka lo bsa ngomong kayak gini, gua nyesel udah jatuh cinta sama lo" Dia berlari meninggalkan pria itu dengan tangisan yang masih terus berlanjut. Sedangkan pria itu, dia melanjutkan game nya tanpa merasa berdosa sedikit pun
All Rights Reserved
#140
pengalaman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hate To Love♡
  • We Are One
  • NEYSHA'S NOTE
  • GOOD DADDY (REVISI)
  • My Sweet heart
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Because I'm Stupid (End)
  • Don't Talk About Money
  • Awas Jatuh Cinta

Elena Vionata adalah sosok yang tampak memiliki segalanya. Cantik, pintar, kaya, dan populer-hidupnya nyaris sempurna di mata semua orang. Dikelilingi teman-teman dan prestasi, tak ada satu pun yang terlihat kurang dari dirinya. Namun, di balik kesempurnaan itu, ada satu hal yang selalu mengusik ketenangannya. Riyan Kurniawan. Seorang cowok pemain basket yang dikenal bandel, penuh percaya diri, dan tak kalah populer. Dengan pesona yang sulit diabaikan, Riyan justru menjadi satu-satunya orang yang mampu membuat Elena kehilangan kesabarannya. Anehnya, bukan hanya Elena-Riyan pun seolah selalu punya alasan untuk mengganggu gadis itu. Pertemuan mereka tak pernah diwarnai hal manis, melainkan pertengkaran, sindiran, dan rasa jengkel yang tak ada habisnya. Tapi di balik semua kebencian itu, tersimpan sesuatu yang perlahan tumbuh... tanpa mereka sadari. Akankah rasa benci itu benar-benar hanya benci? Atau justru berubah menjadi cinta yang datang tanpa peringatan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines