EMPIRIK
  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 13, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Menjadi pengangguran berbulan-bulan rasanya membuat kepala Zeline mau pecah. Belum lagi dengan segala permasalahan hidup yang datang silih berganti mengintili dirinya. Akan tetapi itu hanya sementara, karna setelah nya dia berhasil mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan penerbitan. Alantas Publisher Tempat dimana segala permasalahan dan lika liku hidup Zeline bertambah. Bukan hanya masalah romansanya saja yang harus dia hadapi, akan tetapi juga misteri yang terdapat di dalam perusahaan tersebut, yang sayang nya dia juga ikut terseret di dalamnya. _____________________________________ Zeline terpaku di tempatnya, dia sungguh tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang. Oh tidak, dia harus segera pergi dari sini. "Haha. S-saya rasa saya mau ke toilet, udah kebelet banget. Saya permisi dulu." Zeline melangkah pergi dengan langkah perlahan. Keringat dingin sudah membasahi dahinya. Hening. Sebelum akhirnya dia mendengar langkah kaki yang ikut mengiringi langkah pelannya. "Kamu pergi karna kebelet atau karna sudah tau, Zeline Adinaya?' Perkataan dari lelaki tersebut berhasil menghentikan langkah Zeline. Sial, dia sudah tidak punya tenaga lagi untuk lari dari tempat ini. Dia hanya berharap dapat keluar dari gedung ini dengan keadaan masih bernapas. ___________________________________ [29 July 2021] Copyright by Meylisa Putri
All Rights Reserved
#23
kerjakeras
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUKAN BEGINI (Tamat)
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Nirguna [End]
  • Eskamel
  • AMERTA DALAM AKSARA
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Gone(✔)🔚
  • MOZILA [TERBIT]
  • Cupu And BadBoy (On Going)

Aku telah melakukan banyak perjalanan dari satu cerita ke cerita lainnya sebagai antagonis. Misiku hanya satu, memastikan tokoh utama perempuan menderita sesuai dengan naskah asli. Satu, kucing putih yang bisa bicara sekaligus penanggung jawab isekai milikku, memberiku banyak bantuan. Mulai dari dunia vampir, petarung sinting, sampai novel picisan. Segalanya kuselesaikan dengan tuntas, sesuai perjanjian dengan Satu. Seharusnya bila tugas terakhirku, misi nomor seratus, selesai maka aku akan dijanjikan boleh hidup sebagai orang berkecukupan, superberuntung, dan jauh dari kesialan apa pun. Seharusnya! SEHARUSNYA! "Mohon maaf, kuota bagi penerima paket untung sudah habis," Satu menginformasikan. Tentu saja aku marah. Rasanya seperti kena scam mentah-mentah. Seratus misi. Bermacam kegiatan sinting. Dedikasi yang tidak terbayarkan. Aku menuntut ganti rugi, tapi Satu berkata bahwa kepala isekai tidak menerima keluhan. "Ya sudah, hidup di sini saja." Gampang sekali Satu bicara. Hidup di sini. Di cerita keseratus. Di sebuah novel picisan CEO sinting. Aku bahkan berani taruhan bahwa penulis tidak melakukan riset sama sekali. Oh itu belum termasuk fakta bahwa aku, si pelaku kejahatan dalam cerita, akan mati di tangan tokoh utama pria karena telah merugikan kekasih impiannya. Aku, bukan orang lain. Bukan Satu si kucing gembul biang kerok. Aku! "Buhuuuu apa kamu nggak bisa mempertimbangkan diriku sebagai asisten rumah tangga?" Apa yang bisa kulakukan? Iya, tepat sekali. Hadapi racun dengan racun. Alias, kubuang harga diri dan lari mencari belas kasih dari Bos Antagonis, Mr. Villain, Big Boss. Inilah yang terbaik, 'kan? Benar, 'kan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines