ingatkah kau jalan pulang?

ingatkah kau jalan pulang?

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 29, 2019
Rumah yang dulu kita bangun bersama Saat kau tinggal pergi, sekarang merana Ingatkah kau jalan pulang? Jalan yang dulu kita lewati bersama, Saling bertukar cerita antara kau, aku, dan senja Duduk di bangku taman yang kian menyepi dan tinggal kenangan. Hei, secepat itu kau lupa? Atau hadirku memang tak begitu berharga? Aku salah menjadikanmu seutuhnya Sedang kau, menjadikanku sebutuhnya Garis waktu sudah jauh berlalu Ampuni aku yang tak bisa melupakanmu Aku tahu persis bahwa kamu adalah semu Tidak patut digugu, tidak untuk ditiru.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketika Tulisan bercerita?
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Fatal Love - YinWar
  • Maafkan Aku Naruto-Kun
  • • EUTANASIA •
  • Dermaga Masa Lalu
  • MY HEART IS BEATING
  • Love Story-Mujshe.Dosti.Karoge《Sasuhina》
  • -you can call him J-
  • 𝐭𝐨𝐦𝐨𝐫𝐫𝐨𝐰, 𝐚𝐭 𝐬𝐮𝐧𝐫𝐢𝐬𝐞

begitu kelelahan mulai menyeruak, mengaduh suasana gelap berteman lagu sendu pilu, ku coba tuliskan segalanya tentang isi hatiku yang menolakmu ada dalam pikiranku lagi. ketika yang ku tahu bahwa sia-sia selama ini selalu berharap padamu. sia-sia untuk waktuku yang terbuang merindukanmu. ~ ketika aku diberi kesempatan memilikimu, tidak dengan waktu yang lama, senda gurau kita berubah diam. tak bertegur sapa layaknya tak pernah kenal sebelumnya. tak ada salam perpisahan, setidaknya berusaha membuat keadaan pahit itu menjadi manis sebelum kita benar-benar tak saling melihat lagi, Tidak ada! baru saja aku berusaha mengucapkan kata "sayang" padamu. barusaja aku menghapus kenangan lama. namun, kamu datang lagi dengan kisah yang sama. meski kadang aku merasa bodoh, dengan keistimewaan yang mengecewakan. aku cukup bahagia sempat, sekali saja, bersamamu. menghabiskan separuh malam kita bercerita ria lewat handphone. Terima kasih teruntukmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines