Kembar? [GAK!!]

Kembar? [GAK!!]

  • WpView
    Bacaan 98,220
  • WpVote
    Undian 7,653
  • WpPart
    Bahagian 34
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Ahd, Dis 12, 2021
WpInfo
Fiksyen
Romantika
Follow dulu sebelum baca ya gaiss! Bukan saudara, bukan pula sedarah. seakan dipermainkan oleh takdir, mereka dipertemukan dalam bentuk fisik dan kepribadian yang sama, yang membedakan hanya gender mereka saja. Apakah mereka memang kembar yang terpisahkan? Ataukah jodoh yang sudah ditulis oleh sang takdir? 'kalian kembar ya?' 'GAK!!' 'kalo bukan kembar berarti jodoh dong!' 'IDIIIH NAZIIISSSS AMIT-AMIT!!!!!!' ---- Ini deskripsi ceritanya ya gaisss, lanjut aja langsung ke prolognya:) IG : @zhwaahj_
Hak Cipta Terpelihara
#27
watty2020
WpChevronRight
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

Anda juga mungkin menyukai

  • INTROVERT ITU PACARKU  [Seni Memahami Caka] || [TAMAT]
  • CINTAKU NYANGKUT KE JURAGAN EMPANG (BXB)
  • Oneshot XingQiu/Qiu Harem
  • Boys In The Kost [END]
  • Yang Mereka Panggil Si Cuek
  • Sweet Home -Tentang Kita yang Memilih Tinggal NOMIN FT JISUNG
  • KELUARGA ATMODJO [hiatus]
  • TRANSMIGRASI SI PENIKMAT GOSIP (BL)

[SUDAH TERBIT EBOOK DI GOOGLE PLAY DAN PLAYBOOK] Masa kuliah Lima yang B aja berubah saat dia kena angin antah berantah hingga membuatnya merhatiin Caka terus-terusan. Cowok pendiam-teman sekelas yang selama ini bahkan nggak masuk daftar cameo dalam hidupnya. Nggak cukup disana. Semesta yang kadang kidding malah memperkenalkan mereka di ruang komputer gara-gara donat sialan yang bikin Lima kelabakan kayak ayam mau bertelur sembilan. Ganteng? Baik? Atau karena glowing paripurna sampai ada grup kampus buat penelitian kulit Caka? Enggak! Lima nggak mikirin semua itu waktu pertama kali berhadapan dengan Caka sedekat itu. Justru manik leher Caka yang membuatnya ternganga lupa kalau cowok itu bukan siapa-siapa. Anehnya, sejak kejadian ruang komputer itu, kebetulan-kebetulan lain muncul seperti semesta merestui interaksi kecil mereka. Sampai puncaknya, gara-gara mulut lemes Sora, lidah Lima malah kepleset ngajakin Caka pacaran. Nggak ada briefing. Nggak ada persiapan. Semuanya serba tiba-tiba kayak tahu bulat di goreng dadakan. Awalnya pesimis, cowok itu bakal nolak dia dilihat dari kepribadiannya dalam kelas. Tapi nyatanya Caka bilang 'Ya'. Dan dari satu kata 'ya' itu, hubungan seorang Lima yang cerewet, neting-an dan posesif dengan Caka yang kalem, lempeng, lurus-lurus aja, dimulai.

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi