We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
LEJAR (Complete)

LEJAR (Complete)

  • WpView
    Reads 4,764
  • WpVote
    Votes 265
  • WpPart
    Parts 46
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 25, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Gue boleh gak ingkar janji?" Masih, Aksen masih tetap menatap ke arah depan. "Maksud lo?" Pertanyaan Nina membuat Aksen menoleh kepadanya. "Gue mau berusaha buat bukan hanya menjadi sekedar teman lo, boleh kan?" Aksen berbicara dengan sangat lembut membuat jantung Nina kini berdetak tidak karuan, suasana tampak merasa canggung. Nina menelan salivanya dia tidak bisa berkata-kata lagi. --- Tidak semua orang bisa sepertinya, bertahan dengan larangan orang tua hingga pertahananya hancur hanya karena kehilangan. Kehilangan memang terasa menyedihkan hingga membuat kehilangan arti hidup. SELAMAT MEMBACA Cover by pinterest! MOHON MAAF JIKA ADA SALAH PENULISAN (Typo), VOTE VOTE VOTE
All Rights Reserved
#36
beban
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • Memorable
  • Dua Cinta (Our Promise)
  • Let Me Love You Longer
  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • Vericha Aflyn ✔️
  • ALSTARAN [END]
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • Albel
  • Paradise
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines