LEJAR (Complete)

LEJAR (Complete)

  • WpView
    Reads 4,763
  • WpVote
    Votes 265
  • WpPart
    Parts 46
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 25, 2020
"Gue boleh gak ingkar janji?" Masih, Aksen masih tetap menatap ke arah depan. "Maksud lo?" Pertanyaan Nina membuat Aksen menoleh kepadanya. "Gue mau berusaha buat bukan hanya menjadi sekedar teman lo, boleh kan?" Aksen berbicara dengan sangat lembut membuat jantung Nina kini berdetak tidak karuan, suasana tampak merasa canggung. Nina menelan salivanya dia tidak bisa berkata-kata lagi. --- Tidak semua orang bisa sepertinya, bertahan dengan larangan orang tua hingga pertahananya hancur hanya karena kehilangan. Kehilangan memang terasa menyedihkan hingga membuat kehilangan arti hidup. SELAMAT MEMBACA Cover by pinterest! MOHON MAAF JIKA ADA SALAH PENULISAN (Typo), VOTE VOTE VOTE
All Rights Reserved
#67
terbit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memorable
  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • Vericha Aflyn ✔️
  • Albel
  • Elegi Rasa : Pergi
  • SLOWLY
  • INTERIM: Let Me See Your Smile
  • Eliinaa
  • Let Me Love You Longer
  • Memories in Moon
Memorable

Akulah gadis bisu itu, hanya mampu menatap apa yang kulihat tanpa mampu berteriak bahkan untuk melawan pun sulit. Aku berdiri disini menunggu sebuah harapan itu datang. -milena- *** "ANAK TIDAK TAHU DIUNTUNG." "AKU AKAN SELALU MENJAGA KAMU, PRINCESS." "MAAFIN PAPAH, MILE." "LO CUMA PENGUSIK KELUARGA CORLISS." "JANGAN PERNAH LO TUNJUKIN MUKA BUSUK DRAMATIS LO DI HADAPAN KITA-KITA LAGI, NONA ALEXA YANG MAHA BENAR." "DON'T CRY, PRINCESS. EVERYTHING WILL BE OKEY, RIGHT?" "Aku pikir dibalik wajah lugu dan polos yang selama ini kamu berikan benar-benar menginginkan yang namanya kasih sayang, tapi sekarang kamu menunjukan pada kami semua tentang seseorang yang memang layak untuk dibenci." *** Aku muak dengan takdir yang selalu mempermainkan garis tangan kebahagiaanku, tak pernah kah Tuhan berpikir jika aku lelah, dimana takdir bahagia yang telah dituliskan untuk perjalanan hidupku? Aku..takut, semua alasan aku berdiri dan hidup perlahan pergi, bahkan orang yang aku nantipun pergi tanpa belas kasihan padaku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines