Suara Senja

Suara Senja

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 1, 2021
WpInfo
Non-Fiction
Aku menamai diriku Senja. Bukan apa-apa, hanya saja apa kau tau ? bukankah diamnya Senja itu menghanyutkan ?. Seolah diriku tertarik masuk kedalam perasaan paling tersembunyi dalam diri. Sehingga tanpa sadar aku mulai terhanyut oleh Senja itu dan sedetik kemudian perasaan itu tersuarakan. Dalam bentuk sajak indah penuh sesak. Itulah saat ketika Senja mulai bersuara.
All Rights Reserved
#68
pena
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja dan Jingga
  • untuk seseorang yang pernah ku langitkan namanya
  • BLUE HOUR (Rona Senja di Langit Biru)
  • Senja Kaylara [ END ]
  • Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ]
  • Memories at the end of dusk
  • Senja diujung pelantara
  • Cerita pena luka
  • Tanyakan Namaku Pada Senja
  • LAST ROLE WITH LOVE

Senja itu indah, bukan? Dia terlihat menenangkan, damai, namun apa yg kita tahu lebih dari itu? Mungkin saja dia menyimpan emosi, dan kesedihan di dalamnya? Dan jingga, dia tak akan lepas dari senja. Senja dan Jingga yang ditakdirkan harus tetap bersama, saling melengkapi oleh semesta. Tanpa jingga, tidak akan ada yang namanya senja, dan tanpa senja, jingga pun tidak bermakna. Mereka akan sempurna saat bersama. Namun, ini bukanlah tentang senja berwarna jingga yang berada di atas langit sana--mereka hanyalah seorang kakak-adik yang saling melengkapi. Tentang Jingga--sang kakak yang harus menjadi tulang punggung keluarga, jadi ayah serta ibu untuk adiknya, dan harus tetap kuat disaat jiwa dan raganya sudah lelah. Semua itu hanya demi satu orang--adiknya. Senja. Senja terlahir tidak normal seperti anak-anak lainnya. Dia memiliki gangguan spektrum autisme hingga seringkali Jingga merasa cemas saat harus meninggalkan sang adik. Tak ada kerabat yang peduli, bahkan ayahnya pun lepas tangan, ia jarang sekali pulang. Kalaupun ia pulang, hanya untuk menuntut uang pada Jingga--untuk berjudi dan mabuk-mabukan. Di tengah kerasnya kehidupan Di tengah kejamnya dunia Akankah Jingga menemukan cahaya bersama Senja? Ataukah Jingga dan Senja akan tenggelam, hilang ditelan langit yang gelap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines