Anugerah Terindah

Anugerah Terindah

  • WpView
    Membaca 2,771
  • WpVote
    Vote 151
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Feb 6, 2020
Pertemuan ku dengan seorang anak perempuan yang sangat manis, membuat ku hidup dengan pria yang dingin, sedingin es Kutub Utara. Bahkan karena anak kecil itu aku menjadi istri, ah jangankan istri, dia menganggap ku saja tidak. Tugasku hanya satu yaitu menjadi ibu untuk anaknya. Ya, itu tugasku dan tujuannya dalam menikahi ku. Ingin sekali rasanya dia memanggilku dengan sebutan 'istriku', sekali saja itu sudah cukup untukku. Tapi apakah itu akan terjadi? Sedangkan dia yang sudah berstatus suamiku masih belum mengikhlaskan kepergian istri pertamanya, dan dia masih sangat mencintai istrinya itu, sungguh ini sulit bagiku. Mungkin keinginan ku tidak akan pernah terwujud. Yang benar saja, si dingin itu menganggap ku sebagai istri. Sungguh itu hal yang tidak akan pernah terjadi.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#43
menyesal
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • As Possible
  • Gus Alfathar (SUDAH TERBIT)
  • SEMESTA YANG KU CARI
  • Ana Uhibbuka Fillah
  • Because I Love You ( TAMAT  )
  • Ashilla [TERBIT] ✓
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • DIBALIK DINGINMU, ADA AKU.
  • untuk imamku ( End )
  • My Absurd Ning [END]

Masa tahun akhir masih berkisah seputar itu saja. Ify harus segera merampungkan masa studi nya dan beranjak dari kampung halamannya. Ia malas mendengar ocehan sanak saudaranya yang terus saja bergunjing tidak jelas. Ia memang, dia suka dirumah. Jarang keluar dan itu sudah terjadi sejak ia menginjakkan kaki di tempat ini. Bersosialisasi pun bisa dibilang sering tidak sering. Ia tak ingin merepotkan diri dengan cokolan tak berfaedah. "Kalau harus memilih, gue lebih pilih gak tinggal disini. Demi Tuhan!". "Kenapa sih Fy? Rumah itu kan punya mama lo". Iya Ify membenarkan hal tersebut. "Gak suka gue! Keluarga gue itu kebanyakan gibah nya! Hal gak penting aja diomongin. Malesin banget!". Di seberang sana teman satu PL nya terkekeh. Ia pernah mendengar cerita ini sebelum nya. "Trus lo mau nya kemana?". "Jauh dari sini deh! Ikut suami aja. Tapi gak dirumah mertua juga kali!". Kali ini Via terbahak. Rumah mertua memang momok yang menakutkan. Begitulah, Ify harus memilih berjalan dengan masa lalu yang masih terngiang di kepala nya atau berjalan angkuh dengan masa depan yang belum tau akan seperti apa menurutnya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan