Anugerah Terindah

Anugerah Terindah

  • WpView
    Reads 2,766
  • WpVote
    Votes 151
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 6, 2020
Pertemuan ku dengan seorang anak perempuan yang sangat manis, membuat ku hidup dengan pria yang dingin, sedingin es Kutub Utara. Bahkan karena anak kecil itu aku menjadi istri, ah jangankan istri, dia menganggap ku saja tidak. Tugasku hanya satu yaitu menjadi ibu untuk anaknya. Ya, itu tugasku dan tujuannya dalam menikahi ku. Ingin sekali rasanya dia memanggilku dengan sebutan 'istriku', sekali saja itu sudah cukup untukku. Tapi apakah itu akan terjadi? Sedangkan dia yang sudah berstatus suamiku masih belum mengikhlaskan kepergian istri pertamanya, dan dia masih sangat mencintai istrinya itu, sungguh ini sulit bagiku. Mungkin keinginan ku tidak akan pernah terwujud. Yang benar saja, si dingin itu menganggap ku sebagai istri. Sungguh itu hal yang tidak akan pernah terjadi.
All Rights Reserved
#4
asyilla
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • As Possible
  • Angel To Raya (END)
  • GARIS TAKDIR  [TERBIT] ✓
  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • SEMESTA YANG KU CARI
  • My Absurd Ning [END]
  • untuk imamku ( End )
  • Ana Uhibbuka Fillah
  • Ashilla [TERBIT] ✓
  • Mahligai Cinta [END]✓

Masa tahun akhir masih berkisah seputar itu saja. Ify harus segera merampungkan masa studi nya dan beranjak dari kampung halamannya. Ia malas mendengar ocehan sanak saudaranya yang terus saja bergunjing tidak jelas. Ia memang, dia suka dirumah. Jarang keluar dan itu sudah terjadi sejak ia menginjakkan kaki di tempat ini. Bersosialisasi pun bisa dibilang sering tidak sering. Ia tak ingin merepotkan diri dengan cokolan tak berfaedah. "Kalau harus memilih, gue lebih pilih gak tinggal disini. Demi Tuhan!". "Kenapa sih Fy? Rumah itu kan punya mama lo". Iya Ify membenarkan hal tersebut. "Gak suka gue! Keluarga gue itu kebanyakan gibah nya! Hal gak penting aja diomongin. Malesin banget!". Di seberang sana teman satu PL nya terkekeh. Ia pernah mendengar cerita ini sebelum nya. "Trus lo mau nya kemana?". "Jauh dari sini deh! Ikut suami aja. Tapi gak dirumah mertua juga kali!". Kali ini Via terbahak. Rumah mertua memang momok yang menakutkan. Begitulah, Ify harus memilih berjalan dengan masa lalu yang masih terngiang di kepala nya atau berjalan angkuh dengan masa depan yang belum tau akan seperti apa menurutnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines