SULUNG
  • WpView
    Reads 6,999
  • WpVote
    Votes 3,158
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 30, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
[DIREVISI setelah TAMAT] Rasa sayang, cinta, terbiasa bersama, dan takut berpisah terkadang menjadi alasan mengapa kita sulit merelakan orang yang sangat berarti di hidup kita. Baik itu pasangan, sahabat, maupun keluarga. Awalnya hidup Akia sekeluarga baik-baik saja sampai sang bunda pergi meninggalkan mereka untuk selama-lamanya tepat di hari kelulusan adiknya. Yang mana membuat kehidupan keluarga Akia berubah 180°. Sepeninggal sang Bunda, berbagai persoalan datang. Beruntun dan bergantian. Banyak hal menjadi pertanyaan, di mana Akia harus terjun dalam permasalahan yang menjadi jawaban atas kematian Bundanya. Akia bertekad, tidak akan memaafkan siapapun yang menyentuh dan melukai keluarganya. Tidak akan pernah.
All Rights Reserved
#216
sukaduka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • Constellations From The Room
  • Halcyon
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • DILEMA (Antara Cinta dan Persahabatan)
  • KINARA
  • Jodohku

Seri kedua Arga ; pusaran sesal Tentang cinta yang salah menyapa, rindu pada yang telah pergi juga dendam yang tak seharusnya tumbuh. Setelah kematian Aksa. Arga menyibukkan diri untuk mengalihkan rasa sakit akibat kehilangan dengan bekerja. Hingga pada satu titik dia kehilangan tujuan hidup kecuali membayar tagihan. Tak disangka dia bertemu lagi dengan ayahnya dan ingin membuktikan rumor yang pernah terjadi pada adiknya. "Ayah apa yang lebih memilih mengurusi anak wanita lain daripada darah daging sendiri? Kamu tak ubahnya lelaki egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Aku tak yakin kamu pantas disebut sebagai orang tua." "Aku tak percaya kata-kata itu keluar dari mulut anak lelakiku yang terpelajar." Teringat dengan pesan adiknya untuk segera menikah, seorang wanita yang pernah bertemu saat di rumah sakit menyapanya. "Bukankah di dunia ini tak ada yang sempurna, begitu pula cinta." Kia menoleh ke Arga yang menatap dengan sorot sendu. Walau sudah mengenal hampir beberapa bulan, lelaki di sampingnya adalah sosok diyakini tengah menutupi luka. Dia bisa melihatnya, lewat bola mata, gurauan atau perkataan langsung seperti sekarang. "Cinta itu memang tak sempurna, oleh itu mereka merayakan ketidaksempurnaan sebagai wujud kebahagiaan dalam pernikahan. Karena sejatinya cinta itu saling melengkapi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines