carousel Love

carousel Love

  • WpView
    Reads 157
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Sat, Mar 28, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
RADIT sahabat setia gue orang paling datar yang pernah gue kenal , tapi dia beda dari cowo yang lain dia sulit nunjukin rasa sayang nya , tapi dia punya cara tersendiri buat nunjukin rasa sayang nya . semenjak gue move on dari ka Ezra cinta pertama gue di SMA sebelum akhirnya gue jatuh hati sama sabahat gue sendiri. Satu prinsip gue untuk radit sahabat gue " Gue bakal selalu ada buat Radit dengan tulus tanpa harap dia akan nge balas semua rasa gue buat dia " " Ibatat kata orang yang ngincer satu barang mahal dan ga punya uang maka, orang itu harus usaha keras buat dapetin itu , tapi kalau sampai waktu gua bisa dapetin hal itu namun nyata nya ga bisa , karna hal itu udah dimiliki yang lain mungkin gue akan dapat yang lebih baik " Prinsip gue " gue bakal selalu jadi orng yang selalu da buat Radit " .
All Rights Reserved
#123
radit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't call it love!
  • Three Targeted Girls!!
  • Akhir Pertama [Segera Terbit Open PO]
  • Lelaki Pilihan Ayah & Lekaki Yg Mengagumi Ku [END]✓✓
  • Struggled
  • Oneng & O'on
  • Rindu: Puisi Praditya Dylan [END]
  • Diary Tanpa Waktu (Selesai)
  • Because I'm Stupid (End)
  • Fall In Love With Seniors [Lengkap]

Semesta rasanya tidak berpihak pada Cyntia. Tidak hanya perusahaannya yang sedang berada dibawah roda kehidupan, tetapi neneknya sakit dan terus memaksanya menikah. Orang yang ia cintai dan mencintainya pun hilang tak ada kabar. Tak ada pertolongan rasanya. Pada akhirnya pilihan terburuk muncul. Ah, mungkin tak bisa disebut pilihan. Ia harus melakukan itu dengan terpaksa. Pria yang melukiskan kehidupan kelamnya pun muncul. Konyol rasanya saat pria itu mengajaknya menikah. *** Aku tak tahu apa itu cinta. Bahkan, saat ini bagiku itu satu kata yang abstrak luar biasa. Baginya rasa yang terasa itu cinta, tetapi mengapa rasanya merusak jiwa raga. Bagiku itu bukan cinta, melainkan suatu rasa yang amat hampa. Akhirnya satu kata menjadi beda makna. "Bukankah kau sangat membenciku?" Tanyaku. Ia diam, tanpa menatap mataku. Secara tak sadar aku tersenyum sinis padanya dan aku berusaha menahan rasa kesalku. "Apakah melemparkan susu basi ke wajahku adalah bentuk rasa suka?" Aku mengungkit masa lalu. Matanya pun mulai menatap mataku. Aku takut dengan wajah itu. Di bawah meja tersembunyi tangan gemetarku. Mataku berpura-pura tegar saat bertemu matanya itu. Aku berusaha bicara meski lidahku terasa kelu. Aku berusaha berdiri tegak meski kakiku tak berdaya. Waktunya pergi dari hadapannya. Aku akan katakan terakhir kalinya. "Jangan sebut itu cinta!" "Aku melamarmu bukan karena cinta. Bukankah, seharusnya kau yang memohon padaku agar kita bisa memanfaatkan satu sama lain?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines