Menunggu Jodohku

Menunggu Jodohku

  • WpView
    Reads 128
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 11, 2020
Maya Arina Hapsari Maafkan aku,, aku tak bisa melanjutkan hubungan ini " " Kenapa ? Bukankah kita saling mencintai" " Aku..aku..sudah di jodohkan, dan seminggu lagi akan menikah " " Kamu jahat Raka, setelah hubungan kita selama 2 tahun dengan gampangnya kamu meninggalkanku " Air mata Maya luluh ke pipi " Maaf...aku mencintaimu May..tapi aku tak bisa mengecewakan kedua orang tuaku " Raka meninggalkan Maya dengan isakan yang mengenaskan.
All Rights Reserved
#260
jilbab
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ArKa (End)
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • Bersamamu Halalku √
  • Qiyamah Senja-completed
  • REYFAL
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu
  • DIBALIK HIJAB MASJID (TAMAT)
  • couple till jannah
  • luka sekaligus obatnya (end)

Typo bertebaran! Belum di revisi!!! "Tadi pas gue pegang lo, lo bilang bukan mahrom tuh maksudnya apa?" Mendapat pertanyaan tersebut membuat Chika menoleh dan melihat mata Arya sekilas. Entah mengapa ia tidak kuat jika harus menatap pria itu. "Itu... Maksudnya laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom, tidak boleh berpegangan atau bersentuhan. Kecuali udah menikah" jelasnya. "Orang tua?" tanya Arya lagi. "Boleh, saudara kandung juga boleh, saudara laki-laki atau perempuan dari orang tua juga boleh, keponakan laki-laki atau perempuan juga boleh, kakek nenek kandung juga boleh, dan pelayan tua. Itu sih kayaknya yang boleh," Jelasnya memperhatikan bibir pink dan tebal milik Arya. "Gue sama lo?" tanya Arya lagi. "Nggak boleh, kecuali kita udah nikah," jawabnya spontan. Membuat ia membelalakkan matanya karena kaget dengan ucapannya. Arya yang melihat tingkah Chika pun malah terkekeh. "Lo mau nikah sama gue?" goda Arya. "Idih! Ogah banget!" ujarnya dengan suara yang meninggi. Lagi-lagi ia tidak bisa menahan dirinya. "Santai aja kali," jawab Arya santai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines