Cinta Halalku (Alisyia_Alka) [Revisi]

Cinta Halalku (Alisyia_Alka) [Revisi]

  • WpView
    Reads 5,618
  • WpVote
    Votes 171
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadComplete Thu, Oct 1, 2020
Netra itu, adalah netra yang selalu aku rindukan, dibalik netra bundar itu selalu ada kebahagiaan dan kecerian yang menenangkan dan meneduhkan disaat yang bersamaan, akhlak mu turut menjadi sesuatu yang amat kurindukan, kasih sayang dan cinta yang kau berikan padaku itu tak akan dapat ada yang menggantikan Penyesalan yang pernah kau rasakan saat dengan tak sengaja kau meninggikan suara mu dihadapanku, saat aku tengah tersulut emosi dan menumpahkannya padamu, yang bisa kau lakukan hanya diam dengan air mata yang mengalir dikedua pipi saat disepertiga malam mu, kau hanya mengadukan semuanya padaNya, dan kau tau, itu yang membuatku mencintaimu "ana uhibbuki fillah ya zaujati" Syia membuka matanya "ahabbakalladzi ahbabtanillah ya zauji" kini ia menatap mata Syia dalam, ia yakin ia akan sangat merindukan netra bundar milik istrinya "Kau adalah Kekasih dan Cinta Halalku" ucapnya, sebelum perlahan mendekat dan mencium kening Syia, menyalurkan rasa kasih sayang dan cinta yang tulus untuknya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tak Sejalan
  • Maaf' (Revisi)
  • SENANDIKA (Zeedel)
  • AZALEA
  • Disguise... [END]
  • (Im)perfect
  • Ingkar 🌿|| Ending
  • Pelangi yang Telah Lama Hilang
  • Dear... Nadin From *Anonymously*[Selesai√]

Ini akhir cerita mereka: Tentang sebuah rasa yang tertanam sejak lama namun harus pupus sebelum berbunga. Karena cinta memang hanya untuk dirasakan bukan untuk dimiliki. Tentang sebuah rasa yang gamang tertanam dihati. Percaya masa lalu adalah dusta. Namun pergi meninggalkan terasa sulit. Karena cinta itu memang menguji untuk menjadi akhir yang bahagia. Tentang sebuah rasa yang disadari dengan terlambat. Ketika mengucapkan cinta, tak ada yang berbekas. Ia hanya seperti berbicara pada bayangannya sendiri. Iya, Adit memang cinta. Namun waktu terus melangkah dan tak pernah tinggal untuk sekedar diam sebentar. Tidak, Dina bukannya merebut. Ia hanya memberi kenyamanan sebatas teman yang tak pernah lebih. Jika Adit merasa sebaliknya, itu bukan salahnya. Karena hati tak pernah salah memilih rasa. Yang salah itu, pandangan lainnya. Sama seperti apa yang Fasha kira. Yang awalnya berpikir untuknya tapi ternyata tak sejalan dengan apa yang terjadi saat ini. Ketika Adit memilih untuk pergi sementara ia tetap tinggal di dalam masa lalu mereka. Dan Dina yang terjebak di antara mereka seolah harus bertanggung jawab atas semua luka yang tercipta. #SeriPertama Sekuel dari: Keluarga Adhiyaksa -Ardina Wirasatya- Anak dari: Aisha Fayola Adhiyaksa & Adnan Wirasatya -Fasha Adhiyaksa- Anak dari: Fadli Adhiyaksa & Calista Anggraina Carissa Aznii

More details
WpActionLinkContent Guidelines