Candu Carani

Candu Carani

  • WpView
    Reads 2,198
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing51m
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 19, 2020
Sakit yang telah kurasakan di kota asalku beberapa waktu lalu memaksaku tuk pergi ke Jogja. Tak bermaksud aku mencoba melupakan semuanya namun hanya mencari pelampiasan kepada pahitnya kopi yang berada disana berserta suasana yang jauh berbeda. Ku coba bertemu dengan sahabat lamaku disana yang sedang sibuk dengan usaha kedai kopi yang kini cukup terkenal di kota Jogja. Dia mengajarkan ku mengenai filosofi kopi dan bagaimana meracik kopi yang sesuai dengan suasana hati kita. Sebagai kota yang istimewa karena cinta, rindu dan kenyamanannya membuatku ingin sejenak lama disana. Namun ketidaksengajaan itu datang sendirinya, pertemuanku dengan seorang wanita pecinta teh itu fatal. Jogja memberikan benih benih cintanya kepada kita berdua dengan semakin waktu berjalan semua itu benar terjadi, beberapa petualangan kami di Jogja cukup mengesankan dan dirindukan satu sama lain. Sampai pada akhirnya semua tak sejalan demikian, apa penyebabnya? Ikutin ceritaku terbaru ini
All Rights Reserved
#175
romantis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nyangga
  • TAUBAT (Gay's Story)
  • Semesta bersama Ziva
  • ADA SENJA DI TULUNGAGUNG (MILA)
  • My Love in Air
  • ALEA: Gerbang Ketiga-Di Balik Pintu Tak Bernama
  • Selagi Bernama Kita
Nyangga

Kumpulan kisah-kisah dengan segala keberagaman yang tercipta karena ada, kalau gaada berganti ( ) eh apa ya... Memang agak aneh sih ini dibuat, tapi ini pernah terjadi dalam keseharian. Menarik sih, tapi bisa saja mengulur. Kan kalau lagi main layangan begitu. Eh apasih! Bersembunyi terkadang tanpa disadar, berada paling bawah, memberikan dampat diatasnya entah besar mau pun kecil. Yang jelas sesuat ini harus diciptakan, bisa di kotak-katik sesuai selera. Suatu alasan mengapa semua terjadi? Dan ada penyelesaian jawaban, lalu mencoba mendiami atau merombaknya. Pikirkan. Bukan begitu sekarang dinikmati untuk menuntut setiap tangga nada terucap pada garis tak beirama, tanpa atlas dunia. Rumah. Dari sini senantiasa mencoba menjadi penengah, meski terkadang salah juga. Habis melihat yang berdebat tak menimbulkan titik temu. Beruntung nya ada papan tiang yang menunjukan bahwa ada jalan bebas hambatan dari segala persoalan. Hadir dalam jeda, walaupun mungkin di antara atas dan bawah. Muncul dari ruang kecil. Menopang, sebelum itu terjadi di bagian paling bawah ada yang harus dikuatkan. Sebelum menggelar. Tapi kalau sudah terlanjur engga ada salahnya. Kan bisa di benahi, masih ada sapu, pel, serta pewangi kalau dicari atau ditunggu, mungkin. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines