Story cover for INTERTWINED  by janajane_
INTERTWINED
  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Dec 30, 2019
Lihatlah, dia seperti matahari di jam 9, hangat dan menyilaukan mata jika aku terlalu lama menatap cahayanya. Tapi entah bagaimana dia menjadi terlalu dingin jika itu berkaitan tentangku. Terkadang aku selalu bahagia melihat cahaya hangatnya, di lain waktu aku menggigil ketakutan dan bersembunyi dibalik tembok, pintu, apapun yang membuat dia tidak bisa melihatku. 

Aneh bukan? Untuk tipikal orang yang tidak masuk dalam daftar orang yang aku sukai, aku harus mati-matian di beberapa waktu untuk menghindar dan mencoba menghilang hanya karena tidak ingin bertatap muka dengannya...

Namun, sering kali Tuhan berencana lain, dari jarak yang lumayan jauh sekali pun, pandangan mataku begitu jelas melihat gerak-geriknya, dimanapun itu. 

Copyright ⓒ 2024
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add INTERTWINED to your library and receive updates
or
#463kantor
Content Guidelines
You may also like
Kau Rumahku by matchavel
1 part Ongoing
[Pindah ke akun wp @matchavelvetta] Dua Jiwa yang sama-sama terluka, dipertemukan di persimpangan kehidupan yang penuh tuntutan dan kekecewaan. Belezza, gadis yang tersesat di dalam luka masa lalunya serta tuntutan yang tak memberinya ruang bernapas, dan Arham, lelaki yang kehilangan arah saat hidupnya di ambang kehancuran, tak pernah menyangka bahwa pertemuan mereka akan menjadi titik balik, menemukan ketenangan dalam kehadiran satu sama lain. Bagi mereka, rumah tak lagi berarti tempat. Arham merasa terasing di tengah keluarganya sendiri, dan Belezza tak pernah benar-benar mengenal makna pulang. Di tengah kesunyian yang saling memahami, mereka menemukan sesuatu yang selama ini hilang : rumah. Bukan rumah dengan dinding dan atap, melainkan tempat di mana hati mereka merasa aman. Meski hubungan mereka penuh pelarian, itu bukan tanpa tantangan. Ada kalanya amarah, keraguan, dan ketakutan membuat mereka berpikir untuk menyerah. Tetapi setiap kali hampir menyerah, mereka selalu kembali pada satu kenyataan, satu-satunya tempat di mana keduanya merasa utuh adalah saat mereka bersama. Kau Rumahku adalah kisah tentang perjalanan dua jiwa yang tumbuh di atas kehancuran, tentang keberanian untuk saling percaya, dan tentang menemukan makna pulang yang sesungguhnya. Menciptakan rumah baru, sebuah ruang di mana air mata diterima, kelemahan dimengerti, dan luka dijahit perlahan-lahan. (Diusahakan update setiap hari Rabu). N.B : 🍰 Sebagian diangkat dari kisah nyata, terutama seluruh tokoh dalam cerita, tidak ada alasan penulis memplagiat tokoh/cerita manapun. 🍰 Semua isi di dalam cerita, murni pemikiran penulis. 🚫 Dilarang keras mengcopy, menggandakan, bahkan memplagiat isi cerita tanpa seizin penulis. Jepara, 01 Januari 2025
You may also like
Slide 1 of 9
Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End) cover
only he is the one i want [ lilynn ] cover
A Little Thing Called Love cover
Kau Rumahku cover
A Scratch For Sanguinis [Orine] cover
Sun! -orine cover
Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT] cover
Till I Meet You cover
Obsessed With Female Dancers -Orine [Revisi] cover

Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)

16 parts Complete

Aku hanya mampu berdiri di ambang pintu kamarku, menyaksikan tawa lepas mereka, kebersamaan mereka, canda tawa mereka, dan kebahagiaan yang terpancar jelas dari raut wajah mereka. Masihkah aku dianggap dalam keluarga ini? Masihkah aku terlihat dalam keluarga ini? Masih adakah aku dalam hati mereka? Atau mungkin aku hanya dianggap angin lalu yang sama sekali tidak penting dan tidak ada gunanya? Tanpa terasa air mata ini sudah mengalir deras, mengalir membasahi pipiku, aku tak berniat untuk menghapusnya, karena aku yakin air mata ini akan terus mengalir walau aku sudah beberapa kali menghapusnya. Hatiku sangat perih, dadaku begitu sakit, kepalaku mulai terasa pusing dan berat, memang hanya rasa sakit lah yang selalu setia menemaniku saat aku merasa sendiri dan terasingkan seperti ini. Sering aku bertanya-tanya, apakah aku bukan anak kandung mereka? Apakah kehadiranku di dunia ini sama sekali tak di inginkan? Apakah aku hanya anak terbuang yang di pungut oleh mereka? Perasaan sakit dan rasa iri ini selalu membuatku bertanya-tanya dalam hati, namun aku tahu bahwa aku tak sepantasnya untuk bertanya seperti itu, biar bagaimana pun mereka adalah keluarga yang menjaga dan mengasihiku selama ini.