My Choice

My Choice

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Dec 31, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Bunda menjodohkan ku dengan seorang lelaki yang sudah dia anggap sebagai anaknya sendiri". Ucap gadis itu(Neyna) nunduk,menjelaskan apa yang sudah di rencanakan oleh keluarganya belakangan ini kepada seorang lelaki yang ia sukai sejak dulu.Neyna tetap menunduk,menunggu apa yang akan Rio respon tentang ucapannya yang tadi.Namun Rio hanya diam tidak merespon apapun,bagaimanapun dia sangat mencintai gadis berjilbab manis yang ada di depannya sekarang ini. "Salam buat Bunda, jika aku siap membiayai hidupmu selulus Aliyah ini". Ucap Rio dengan senyum manisnya. Pernyataan Rio barusan langsung membuat Neyna refleks mengangkat kepalanya,memandang Rio dengan tatapan tak percayanya.Benarkah apa yang ia dengar barusan? Benarkah Rio akan melamarnya selulus sekolah ini?Apakah Rio sedang mengkhitbahnya?. "Tapi itu kembali pada pilihanmu,karena ini hidupmu,dan kamu berhak menentukannya".
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LUNAR VEIL: The Hidden Path
  • DIKANESHA
  • DeaSea
  • MALAM(MALA & ILHAM)
  • CINTA DALAM KELABU
  • GrapicH [✔] JOHNTEN FML
  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  • HELLO DEAR
  • My love ' My Enemy [ END ]

Hidup dengan bekerja keras setiap harinya, begitulah kehidupan yang Yuanzhi jalani. Dirinya tidak keberatan dengan hal itu, tapi yang namanya pemikiran seorang remaja yang bahkan belum dewasa. Pasti terselip sebuah keinginan konyol untuk mengubah takdirnya agar menjadi lebih baik dengan cara yang instan. Yuanzhi tidaklah hidup kekurangan, tapi tidak juga memiliki harta berlebih untuk dihamburkan. Sehingga dengan kesadaran dirinya sendiri Yuanzhi mulai mencicil beberapa pekerjaan yang menghasilkan uang-tentu saja dengan bakat dan kemampuan yang bisa dilakukannya. Walau tidak ada keterpaksaan, bahkan sebetulnya orang tua dan kakaknya berkata untuk tidak mengambil pekerjaan. Namun Yuanzhi tetap bersikeras, tidak lain untuk mendapatkan hal yang diinginkannya menggunakan kedua tangannya sendiri tanpa harus membebani keluarganya. Tapi begitu, lambat laun melihat teman-teman seumurannya dengan mudah bisa mendapat apapun yang mereka inginkan dan tanpa melalui kerja keras yang panjang. Membuat rasa ingin disisi hati kecilnya yang lama kelamaan rasa ingin menjadi seperti mereka bertambah besar. Hingga suatu malam, tepat pada saat bulan purnama. Sepulang bekerja dari pekerjaan paruh waktunya disebuah café, Yuanzhi teringat dengan sebuah iklan internet konyol yang berkata. 'Buatlah permintaan tepat pada saat malam bulan purnama.' Yuanzhi yang mungkin dalam alam bawah sadarnya mengharapkan sebuah kejaiban, akhirnya dengan spontan berkata dalam hatinya. Dirinya ingin hidupnya menjadi lebih baik, tidak banyak bekerja keras dan terus mendapatkan apa yang dia inginkan. Yang membuatnya terkejut adalah, pada saat membuka mata keesokan paginya. Permintaan konyolnya benar-benar terkabul. Hidupnya berubah, jauh lebih baik. Menjadi keluarga kaya raya dengan harta yang melimpah ruah. Tapi ada satu hal yang aneh, yang membuat Yuanzhi lambat laun menyesali permintaannya. Tidak banyak bekerja keras, itu benar-benar terkabulkan, tapi dengan cara yang tidak pernah disangkanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines