ALICE?
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Mon, Dec 30, 2019
Aku menemukan sebuah menara yang tinggi terdirikan dari batu bata. Menara itu ditumbuhi tanaman menjalar. Kupikir menara itu sudah ditinggalkan bertahun-tahun mengingat penampilannya yang terlihat tak terawat. "Aku akan menjadikannya markasku" itu yang ku pikirkan. Namun siapa sangka aku bertemu dengannya. "Alice?" Nama yang sangat indah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Forgotten Masterpiece S1 [End]
  • Couple Youtuber
  • My Love
  • Naturaloves
  • WISTFUL WINTER
  • The Truth Untold [COMPLETED]
  • Getting Mine (jenlisa)
  • Renjun x Jeno
  • ♡we got married ♡ Complited ✅

Langkah-langkah kecil menggema lembut di lorong pameran museum. Lampu-lampu kuning temaram menyinari barisan artefak yang diam, membisu dalam keabadian. Di tengah ruangan utama, berdiri sebuah patung marmer tinggi - seorang perempuan berzirah, tombak di tangan kanan, perisai di kiri. Wajahnya teduh namun kuat, mata kosong menatap jauh melampaui zaman. "Patung apa itu?" tanya seorang anak kecil, suaranya melengking polos dalam ruangan yang sepi. Gadis itu - sekitar akhir tiga puluhan - berdiri tak jauh, memandangi patung dengan pandangan yang lebih dalam dari sekadar kekaguman. Ia menoleh, rambut hitamnya jatuh melewati bahu, lalu menjawab, "Itu seorang dewi." Anak itu menatap ibunya dengan wajah penuh tanya. "Dewi? Siapa namanya?" Senyum tipis muncul di wajah gadis itu, seolah menyambut kenangan yang lama tertidur. "Athena," katanya lirih. "Cantik, bukan?" Jawabannya menggantung di udara, mengisi celah-celah waktu yang sejenak terasa beku. Dalam tatapannya yang diam, museum itu memudar. Bau marmer dan udara dingin AC berganti dengan aroma buku tua, kopi murahan, dan suara tawa muda. Gadis itu - lebih muda beberapa tahun, duduk di antara tumpukan catatan dan lukisan - kembali hadir. Di masa itu, semuanya baru dimulai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines