We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Kenangan Bersama Hujan

Kenangan Bersama Hujan

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 10, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Hujan. mungkin bagi sebagian orang hujan adalah hal yang mengerikan. terlebih bagi orang yang memiliki trauma pada hujan. Selain itu, ada yang menganggap hujan adalah anugrah Tuhan Yang Maha Esa. karena dengan hujan, tumbuhan, hewan dan manusia bisa bertahan hidup. Nah, lain ceritanya dengan kisah dua sahabat ini. Lily dan Dave. mereka menganggap hujan adalah kenangan, kenangan antara mereka berdua. kenangan indah yang siapapun tidak bisa mengambilnya. Hujan selalu memunculkan kenangan mereka, meski tidak bisa memulangkan orang yang dirindukan. Mereka terpisah jarak dan waktu. hanya kepercayaan dan kenangan itu yang membuat mereka bersabar menunggu saat yang tepat bagi mereka untuk bersama. Banyak pula konflik yang harus mereka hadapi, tapi mereka percaya mereka bisa melewati semua bersama-sama.
All Rights Reserved
#44
hujandankenangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainangkasa #2 [END]
  • Rain [LENGKAP, TAHAP REVISI]
  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • rain untuk senja
  • Saksi hujan
  • Alena, Si Gadis Hujan
  • The Rain
  • Tentang dia (END)
  • Girl Rain Haters
  • When It Rains

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines