B U L A N

B U L A N

  • WpView
    Reads 1,235
  • WpVote
    Votes 492
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadComplete Sun, Sep 20, 2020
Gadis yang mempunyai banyak rahasia, gadis yang mempunyai segala kekurangan bahkan dirinya merendahkan diri sendiri. . . . BULAN gadis yang selalu gagal dalam jatuh cinta, gadis pendiam ketika menyendiri, gadis yang kuat jika menguatkan orang lain, gadis lemah ketika di hina. Bulan hanya ingin bertanya kepada orang-orang yang pernah di cintai. Bagaimana rasanya di cinta? Bagaimana rasanya di istimewa kan ketika semua orang sedang mencaci maki?
All Rights Reserved
#193
jatuh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • GARIS TAKDIR
  • HURT [Sudah Terbit]
  • Words of wisdom
  • Apakah Mencintai Itu Salah? [Completed]
  • Love In Silent(END)
  • REMBULAN [On Going]
  • Painful By Accident (Completed)
  • DEPHELINE
  • FIZYA

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines