Kabar
  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Tue, Dec 31, 2019
Di tempat ini, tidak ada hal yang ingin kubawa untukmu selain diriku sendiri. Lereng batu, asap belerang, batu dan pasir-pasir tipis, alir lahar, juga beberapa lidah api yang kadang kala menjulurkan diri mereka ke langit. Tidak ada yang layak kubawa kepadamu sebagai permohonan maaf. Bahkan, edelweis yang abadi tidak memekarkan bunganya karena tahu aku akan memetiknya sebagai permohonan maaf. Entah. Entah juga karena musim penghujan sudah tiba atau air mataku yang sedang badai.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TAKDIR ALLAH [End!]
  • WILDEST
  • Gairah Terlarang Karena Ceritamu
  • Pengantin Bayangan (SELESAI)
  • DIBALIK TANGIS SEORANG ISTRI
  • Short Story
  • Arco Iris (Love Like a Rainbow)
  • ARCLA 2 (Colors )
  • Ratusan Hari Mencari Hati
  • SHORT STORY

✎Di dalam sangkar pernikahan paksa, hati kami terkurung seperti burung yang terjebak dalam kandang yang sempit. Namun, di balik jeruji tatapanmu, Gus, kutemukan setitik cahaya yang menembus pekatnya kegelapan, seperti sinar matahari yang memecah kabut pagi. Kau, yang dulu asing, kini menjelma teman setia, penawar sepi yang menghantui hati ini. Cinta yang tak terduga, mekar perlahan, seperti bunga yang merekah di antara retaknya takdir. Setiap detik yang kita lewati bersama, membuat hati ini semakin terikat pada dirimu, seperti benang yang terjalin erat dalam tenunan cinta. Aku tidak pernah menyangka, bahwa pernikahan paksa ini akan membawaku kepada cinta sejati. Tapi, kini aku menyadari, bahwa cinta tidak pernah memandang cara dan waktu. Cinta hanya memandang hati, dan kau telah menembus hati ini dengan cara yang tidak pernah aku bayangkan, seperti oase di tengah gurun yang kering, seperti cahaya di tengah kegelapan yang pekat. Gus, aku cinta padamu, seperti laut yang menghanyutkan pantai, seperti angin yang menghembuskan daun. Aku cinta padamu dengan sepenuh hati, seperti bunga yang mekar di taman cinta, seperti burung yang terbang di langit kebebasan.✎

More details
WpActionLinkContent Guidelines