Kadang, kata sederhana yang dilontarkan orang lain. Mampu untuk membuat dunia yang kita pijak, seolah-olah runtuh. Tekanan, beban, semuanya terletak pada bahu kecil ini.
Tak mampu untuk memikul, tetapi harus dan wajib untuk disandang. Mendengar, melihat, rasa prihatin, semua itu tidak ada artinya kala belum menghadapi dengan sendiri.
Ingin rasanya, memiliki bahu untuk berlabuh. Atau paling tidak untuk sedikit berbagi beban, agar mata ini tak lagi berkecimpung dalam kegelapan yang diciptakan dunia. Namun, itu hanyalah ilusi. Akan tetapi, tidak ada salahnya untuk berharap. Serta memunajatkan doa, di sepertiga malam-Nya.
Jika kamu berada dalam keadaan seperti ini. Lalu ....
Seberapa kuat kamu untuk ... bertahan?
Elma penderita self injury. Seseorang yang tak pernah dianggap di keluarganya.
Sebenarnya Elma patut bersyukur mempunyai dua saudara yang perduli. Dan kekasih menyebalkan yang selalu siap sedia untuknya.
Namun dibalik itu semua, ia menyimpan banyak luka. Membuatnya terjerumus dalam pikirannya sendiri. Takut. Merasa rendah. Merasa tak berguna. Dan pantas mati.
Dibalik semua itu ternyata ada tangan licik yang terus menekannya. Membuat Elma semakin terjebak. Hingga berbagai hal berbahaya mengintai orang yang ia sayangi. Akankah Elma bertahan untuk mereka?