Rumah Dingin

Rumah Dingin

  • WpView
    Reads 154
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 6, 2020
Kadang, kata sederhana yang dilontarkan orang lain. Mampu untuk membuat dunia yang kita pijak, seolah-olah runtuh. Tekanan, beban, semuanya terletak pada bahu kecil ini. Tak mampu untuk memikul, tetapi harus dan wajib untuk disandang. Mendengar, melihat, rasa prihatin, semua itu tidak ada artinya kala belum menghadapi dengan sendiri. Ingin rasanya, memiliki bahu untuk berlabuh. Atau paling tidak untuk sedikit berbagi beban, agar mata ini tak lagi berkecimpung dalam kegelapan yang diciptakan dunia. Namun, itu hanyalah ilusi. Akan tetapi, tidak ada salahnya untuk berharap. Serta memunajatkan doa, di sepertiga malam-Nya. Jika kamu berada dalam keadaan seperti ini. Lalu .... Seberapa kuat kamu untuk ... bertahan?
All Rights Reserved
#610
kesedihan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudut Luka Nazea
  • SELAMA ITU KAH, APAKAH  KAU AKAN KEMBALI?
  • Elma's List (Complete)
  • ALEYA~~
  • Hati Yang Bersuara [ COMPLETED✓]
  • Kesedihan [SELESAI]
  • Desire [END]
  • Kamar Kosong 13 S2 [End] ✓
  • UNREQUITED LOVE

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines