Aku (Bukan) BIDADARI

Aku (Bukan) BIDADARI

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 5, 2020
"Cukup Candra... AKU BUKAN BIDADARI seperti apa yang kamu katakan, aku hanya manusia biasa yang berlumuran dosa, aku mohon.. aku mohon jauhi aku Candra jauhi aku.. aku takut." Ucap Lirih Syafa sambil menunduk menitihkan air matanya. "Lo takut kenapa Syafa? gue janji gue bakal jauhin lo, kalo lo mau jujur ungkapin perasaan lo ke gue, gue tau lo pasti punya perasaan yang sama ke gue kan? gue tau itu Syafa." Ucap Candra dengan nada yang cukup keras. "Yah aku cinta sama kamu, apa kamu puas? Hiks hiks hiks, aku gak mau mencintai seseorang yang belum halal bagiku Ndra, aku gak mau kalau dosa ku sekian hari semakin bertambah. aku mohon jauhi aku Ndra." Syafa mundur dua langkah dan berlari meninggalkan Candra sendirian di taman. Apa Candra bakal menjauh dari Syafa?
All Rights Reserved
#80
syafa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Bilang Pada Tuhanmu" ~The End~
  • Rieril
  • ArKa (End)
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Best Of Name (END)
  • AKU MEMILIH DIRIMU[END]
  • Bitch Daughter (Putri Kupu-kupu Malam) SELESAI✓
  • Tembok Yang Sangat Tinggi. (On Going)
  • Cinta dalam Hijrah #FJSTheWWG
  • tentang sebuah rasa

Sosok gadis melangkahkan kakinya menjauhi sebuah bangunan yang begitu megah dan mewah. "Tunggu!" jerit seseorang. "Kamu mau kemana?" tanya pemuda itu. "Tidak!" singkat gadis itu sembari menundukkan pandangan. "Maaf! Aku hanya..!" gadis itu belum selesai bicara. Namun pemuda itu nampaknya begitu erat memegang tangannya. "Tolong lepaskan!" jeritnya. "Aku mau tahu jawaban darimu! Mengapa kamu menangis dan mengapa kamu tidak datang ke hari ulang tahunku!" ucap pemuda itu serius. "Astagfirullah! Demi Allah! Tolong lepaskan! Tolong jangan pernah mencari diriku lagi!" ucap gadis itu menghempaskan tangannya. "Kenapa? Apakah salah aku mencarimu? Aku selalu memikirkan dirimu!" ucap pemuda itu yakin. "Tolong jangan pernah! Kita takkan bisa bersama! Walau bagaimanapun kita berusaha! Kalau Allah berkata tidak! Kamu bisa apa? Allah membenci apa yang kita lakukan sekarang! Kamu hanya teman! Bukan lebih! Aku tidak menaruh harapan lebih padamu!" " gadis itu sedikit membentak dirinya. "Kalau aku mengganti agamaku! Apakah kamu mau menerima diriku?" ucap pemuda itu spontan. ••••••••••••••••••••

More details
WpActionLinkContent Guidelines