Just You And Me

Just You And Me

  • WpView
    Reads 647
  • WpVote
    Votes 72
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Jan 3, 2020
WpInfo
Fanfic
Attack on Titan
Bagi Levi, tidur dalam kedinginan bukanlah ide buruk untuk menghabiskan malam pergantian tahun. Tetapi ia salah. Ia menyadari ada hal yang lebih menyenangkan ketika Erwin mengajaknya kabur dari rumah. "Kau tahu, untuk apa diciptakan jendela ketika kau tidak bisa keluar lewat pintu?" Warnings : Eruri Fanfiction (Oneshoot) Disclaimer : Attack On Titan © Hajime Isayama ~ 1 Januari 2020
All Rights Reserved
#103
snk
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Today, My Life Will Date With Your Dream [LeviHan] ✔
  • EPHEMERAL // Aot x Readers
  • D A R E ; a Story about Ackerman
  • Extricate [COMPLETE]
  • Project Bottom Levi 2019 :Fics
  • Levi x Reader | Remember Us (Modern AU)
  • Don't Makes Me Difficult Brat
  • Echoes of Dream [Erwin Smith; Attack On Titan]

[[Cerita Lengkap]] Jangan plagiat. Terimakasih. PS : Beberapa scene diambil dari manga Shingeki no Kyojin chapter 132 dan 133. Untuk tambahan chapter diambil setelah manga Shingeki no Kyojin : No Regrets ~~~ Hanji Zoe sama sekali tak mendengar sepatah kata perpisahan dari rekannya di saat-saat terakhir. Bodoh, memang apa yang bisa ia harapkan dari seorang pria cebol yang masih sempat-sempatnya meledek "Kacamata," untuk memanggilnya? Hanji tahu itu, Levi tidak berniat mengucapkan perpisahan dengannya. Apa dia tidak ikhlas mitranya mengorbankan nyawa demi Eldian? Tentu... tidak. Levi sangat berterima kasih jika ada yang rela berkorban demi umat manusia. Sayangnya, kecuali Hanji. Bahkan seandainya Marley dan Eldian mampu berdamai, bila tidak ada wanita berkacamata itu, lalu Levi melakukan semua ini untuk siapa? Mungkin, untuk rekannya yang gugur. Ya, itu kewajibannya masih hidup. Sekalipun melihat Hanji Zoe terbakar di depan matanya. Dia masih tetap hidup. Untuk tujuannya membunuh Zeke. Dia harus hidup. Tanpa menengok ke belakang, meski melangkahi ribuan mayat. Sampai saat itu tiba. Sampai saat itu tiba, Levi harap Hanji mengawasinya. Sampai saat itu tiba, Hanji harap Levi mencarinya. Ya, sampai saat itu tiba, mereka dipenuhi harapan yang membelenggu dan belenggu yang berharap. "Sampai jumpa, Hanji..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines