RAIN
  • WpView
    Membaca 0
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Feb 21, 2020
WpInfo
Fiksi
Romansa
Ini tentang 'dia' yang seperti hujan. Yang pernah datang menemani di sini lalu pergi layaknya hujan yang mereda. Meninggalkan pelangi sendirian dengan jejak basahnya. Aku tak lagi menangisinya, hanya saja kenangan bersamanya masih teringat jelas. Saat aku menginginkannya 'dia' tak pernah hadir. Tapi saat aku tak menginginkannya 'dia' datang dengan sendirinya membawa penawar luka yang pernah dia goreskan padaku... ~Keisha
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Elegi Rasa : Pergi
  • Sleepless Night
  • 𝐘𝐨𝐮 ✓
  • AURAKSA
  • Destiny.
  • you again ✔
  • Cerita Tentang Kita
  • Perihal Waktu [ REVISI ]

Kadang menjadi begitu terlambat menyadari sesuatu akan membekaskan rasa sakit yang tak lekang oleh waktu. Saat cerita yang kelewat singkat dilalui menghantarkan pada sakit yang menghantui. Safir sudah merasakannya. Dua kali dalam hidup ia seperti dipermainkan rasa. Nila yang tak mau melihat. Dan Bianca yang pergi pada sesuatu yang tak terlihat. Ketika sepi melanda. Bukannya pada dunia yang luas, hanya pada dunianya sendiri yang tiba-tiba runtuh. Safir merasa begitu buruk di mata Bianca. Merasa begitu lelah di hadapan Nila. Dan malam itu, harusnya ia berusaha lebih keras. Saat si gadis berkata, "Aku pamit pulang, ya." Harusnya Safir membujuk lebih tegas. "Biar aku yang antar." Kenyataannya, Safir menjadi begitu terlambat. Saat rasa itu mulai tertambat. Hatinya justru sakit tanpa ada yang membebat.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan