Aibku Terbongkar Di Sini

Aibku Terbongkar Di Sini

  • WpView
    Reads 1,572
  • WpVote
    Votes 648
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 23, 2020
Cerita tentang keseharian gue. Keseharian gak terpenting gue. Mulai dari yang gak penting sampai ke hal - hal yang gak penting lainnya. Banyak hal memalukan kuceritakan tentang gue di sini. Tentang keluarga gue, kuliah gue, anu gue, semuanya. Mungkin bisa disebut diary ya. Tapi ya cerita ini lebih merujuk ke arah curhat gue. Karena menulis adalah tempat curhat yang tepat. 👍👍👍👍 Mohon apresiasinya ya. Cuman kasik vote, komen, dan share juga boleh kok. Terus yang terpenting dibaca ya 😅. Karena banyak tuh orang minta feed tapi cuma di like doang. Kan semua author ingin karyanya dibaca ya kan. Oke selamat membacaa😉😉
All Rights Reserved
#17
lalu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jejak Luka Di Bawah Langit Senja
  • Di Balik Nama Zella
  • Friendship Diary
  • Mahligai Sunyi
  • Diary
  • Alamanda (Telah Terbit)
  • Angel To Raya (END)
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • ROMEO(NG) * [On Going]
  • Rumah Ternyamanku (Selesai)

Aku pernah melangkah penuh percaya diri di kampus negeri, di mana mimpi-mimpi sederhana terasa seolah sudah ada di ujung tangan. Aku aktif, dikenal, dan percaya bahwa masa depan yang cerah hanyalah soal waktu. Tapi ketika ibu pergi, semuanya runtuh tanpa ampun. Sunyi menyelimuti rumah yang dulu penuh tawa, tabungan menguap seperti angin, dan Jati diri terhempas jauh melayang lalu sirna bersama rasa kecewa, Ayah terdiam dalam kebingungan, kehilangan arah yang dulu ia genggam erat. Aku yang muda, yang seharusnya berlari mengejar mimpi, terjerat oleh tanggung jawab yang terlalu berat untuk dipikul sendiri. Aku berhenti kuliah, bukan karena kehilangan semangat, tapi karena harus memilih, melanjutkan mimpi yang kian menjauh, atau bertahan untuk keluarga yang runtuh. Hari-hariku berlalu begitu saja, menampung lelah yang tak selalu terlihat, dan pertanyaan tanpa jawaban yang terus menghantui kenapa dunia ini tak selalu berpihak pada mereka yang berjuang paling keras? Aku merangkai kekuatan dari serpihan kehilangan, menenun harapan dari kegelapan yang pekat. Aku berdiri, walau rapuh, karena menyerah bukanlah bagian dari ceritaku. Perjalanan ini belum selesai, dan aku tahu, langkahku harus terus berlanjut, meski dunia kadang membelakangi dan meninggalkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines