Story cover for UNDER.stand by siriuszly
UNDER.stand
  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Jan 01, 2020
"kenapa kau tidak mengatakannya sejak dulu?"

"a-aku.."

"kau sadar tidak? jika saja kau mengatakannya sejak dulu, kau tidak akan merasakan ini...
aku tidak akan membuatmu menderita...
aku tidak akan membuatmu mundur berkali2..."

"kau tidak mengerti."

"kau yang tidak mengerti."

"aku tidak mengatakannya sejak dulu karena aku harus memilih. Dan itu berat untukku,"

"ck! berat untukmu ya? kau harus memilih kembali meraih orang yang kau cintai dalam diam itu atau harus mengurusi masalalumu yang hatinya tidak setulus orang yang sebenarnya mencintaimu dalam diam pula."

"..."

"jangan hanya ingin dimengerti, kau juga harus mengerti. jangan hanya ingin orang yang kau cintai yang memahamimu, kau juga harus memahami orang yang sebenarnya mencintaimu dengan tulus secara diam2!"

"siapa yang mencintaiku diam2?"

"aku! ya, aku mencintaimu! kau menyadarinya sejak dulu, tapi kau terlalu gengsi!
kau selalu membuatku menunggumu yang selalu maju-mundur."

"...
saranghe, Grey-ah,"

"too, my Brown Cookies."
All Rights Reserved
Sign up to add UNDER.stand to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
FATE LOVE S2 •Sunsun•✓ by kizara_sunyva
18 parts Ongoing
Mereka pernah menjadi rumah satu sama lain, pernah belajar menjadi dinding yang menjaga jarak. Tetapi saat itu terjadi mereka tetap bisa merasakan. Begitu sakit, begitu dalam, dan tetap, begitu sayang. Bukan karena mereka tidak lagi saling cinta, tapi mereka hanya tak diizinkan untuk mencintai. Mereka berpisah, bukan karena berhenti mencinta, tapi karena keadaan memaksa mereka. Tapi bagaimana dengan hati mereka? ••• Aku tidak tahu bagaimana caramu menata hati, tapi hatiku masih memanggil namamu dalam sepi. Aku masih mencintaimu, dalam bentuk paling sunyi, paling rahasia, paling menyakitkan. Kalau suatu hari kau bertanya. "Apakah aku pernah benar-benar kau cintai?"Jawabanku>>>selalu dan selalu mencintaimu. Aku mencintaimu, itu tak pernah berubah. Tapi kau pergi, meninggalkan aku dengan segala tanya yang tak punya jawaban, bagaimana caranya aku merelakan yang masih tinggal dalam dada? Aku tetap mencintaimu walaupun menggunakan cara terburukku! ••••• Lucu ya? Kita yang dulu saling menggenggam erat, kini hanya bisa saling mendoakan diam-diam, dari jarak yang tak terlihat, tapi sangat terasa. Cinta ini belum mati, hanya kukubur hidup-hidup bersama semua hal yang tak sempat kita selesaikan. Meski langkah kita menjauh, hatiku... masih tinggal di tempat yang sama, di tempat kita pernah saling memilih. Aku pergi bukan karena tak ingin tinggal, Kita masih saling mencintai, hanya saja... cinta kita tak lagi punya tempat untuk pulang, mengambang antara langit dan bumi. • • • Sebelum baca, boleh juga baca FATE LOVE 1 dulu. Tapi gak terlalu berhubungan sih, soalnya di fate love 1 hanya cerita cinta mereka saat lagi bersemi, sampai akhirnya break up:) Dan disini kita akan menceritakan life after break up, bagaimana kelanjutan cinta nya SUNSUN 🐧🦊 ••••• JANGAN SALPAK TOLONG B×B yang homophobic jauh-jauh yaa.. SUNSUN✓ 🐧🦊 ENJOY 🌷🩷 ©•kizara_sunyva•
You may also like
Slide 1 of 9
Love And Lose cover
Do you love me??? cover
The Time That I Loved You -> K.J.I cover
SHIZUN cover
ALDIR (SEGERA TERBIT)  cover
FATE LOVE S2 •Sunsun•✓ cover
LOVE FOR BROTHER {END} cover
"Baskara Langit"(On going) cover
don't leave daddy CH2 (END) cover

Love And Lose

34 parts Complete

Bukankah sudah ku bilang jangan mencoba menguji kesabaran ku, Aku bahkan bisa melepaskanmu dengan mudah di saat aku masih menyayangi dan mencintaimu. Jika hanya menyusahkan perasaanku dan menyakitinya aku tak segan-segera menyingkirkanmu dari hidupku yang terlalu berharga untuk disakiti . Aku ini terlalu pandai untuk melupakan seseorang yang kerap kali menyakiti dan tak bisa menghargai, jangan menganggap aku tak bisa melupakanmu ini bahkan sangat mudah aku lakukan. "The health of my heart is more important than the fear of loosing you"