Frist Love

Frist Love

  • WpView
    Reads 193
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 6, 2020
Gak semua kebencian itu benar-benar benci, gak semua orang yang pergi itu benar-benar pergi. Terkadang kita sering salah paham dengan keadaan, kita terlalu sering mengambil kesimpulan tanpa tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Yang datang pasti punya maksud tertentu, dan yang pergi juga memiliki alasan tertentu. Gak semua cinta itu harus dengan perasaan tapi juga logika. Mengikhlaskan bukannya pasrah, dan yang menyerah juga bukannya tak bisa, hanya saja kita harus menggunakan logika, karena gak selamanya kita hidup hanya bergantung pada satu orang. ~hanya singgah
All Rights Reserved
#192
coldboy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • My Eternal Moon [ End ✔️]
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • ANTARA
  • My Bricks
  • DikaRanggi
  • why? It's You
  • " To Love ,To Lose "
  • Missing You in the Middle of Lies (end) - Revisi

Di balik diamnya, Elora menyimpan samudra rasa yang tak pernah ia tuntut untuk dibalas. Ia mencintai dalam senyap, menyayangi dalam setia, dan percaya dalam buta. Alaric datang bagai cahaya pertama di pagi yang muram-menghangatkan, menyembuhkan, dan membuatnya percaya bahwa cinta bukan sekadar angan. Namun waktu mengubah segalanya. Alaric, yang dulu berjanji tak akan pergi, perlahan menjauh dalam kebohongan-kebohongan kecil yang tumbuh menjadi luka besar. Janji-janji yang dulu manis, kini hanya jadi abu di telapak tangan Elora-tak bisa digenggam, tak bisa dihapus. Ini bukan sekadar kisah tentang cinta yang retak, tapi tentang hati yang belajar untuk berhenti menggenggam hal-hal yang tak lagi ingin tinggal. Tentang perempuan yang perlahan menjahit kembali dirinya, meski benangnya adalah air mata dan kesepiannya sendiri. "Saat Janji Menjadi Luka" adalah sajak panjang tentang kehilangan, tentang keberanian untuk mencintai, dan tentang bagaimana hancur bukanlah akhir dari segalanya. di bawah langit senja yang perlahan berubah kelam, ada dua hati yang pernah saling menemukan-seperti dua kepingan puzzle yang akhirnya menyatu. jatuh dalam cinta yang tak terencana. dunia mereka begitu indah, penuh tawa, dan janji-janji yang ingin diabadikan. namun, tak semua kisah cinta diciptakan untuk selamanya. di antara kebahagiaan itu, takdir juga menyiapkan perpisahan yang tak mampu mereka hindari. meski cinta mereka begitu dalam, ada hal-hal yang tak bisa dilawan-ego, luka, dan keadaan yang memaksa mereka mengambil jalan masing-masing.

More details
WpActionLinkContent Guidelines