NERD
  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 1, 2020
WpInfo
Fanfic
NCT
"lo ini emang pantes buat nerima ini NERD hahahaha" kata seorang murid laki laki yang habis menyiram badan siswi perempuan dengan segelas jus alpukat. perempuan itu tidak berani mendongak, ia sedari tadi hanya menunduk melihat dirinya di perlakukan seperti itu,sudah biasa. 'haha malu maluin sekolah aja' 'au tuh ga nyadar diri amat pindah sekolah kek sono!' 'ga level kali sekolahan elite kayak gini ada murid kayak dia di dalemmya!cuih!' bisik para siswa yang melihat kejadian itu. perempuan itu hanya bisa menunduk sambil menangis,ia terus merutuki dirinya kenapa dia bisa sesial ini dan akhirnya ia pergi meninggalkan tempat itu dan bergegas pergi dan mencari toilet untuk membersihkan diri. di sisi lain,pria yang masih berdiam di tempat menyaksikan perempuan itu pergi dengan menghiasi wajahnya dengan smirk. "liat aja lo" ------------------------------------- writed by wxndaoktzz since : 1-01-20
All Rights Reserved
#604
nakyung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Renjana [COMPLETED]
  • Cold-Hearted Crush! - Jeno & Yeji
  • Pecinta Kucing ||NOMIN
  • 7DREAM | Transmigrasi Jeno ✓
  • [✓] Sleeping J
  • Destiny Our Love || Jaemin✔️
  • COLDEST | NA JAEMIN ✔
  • Rewrite The Star || NCT WISH {END}
  • If I Have You Only

Pada malam paling temaram yang pernah seorang anak jumpai adalah kehilangan sepenggal bait kehangatan yang sepatutnya terus membersamai. Seorang anak yang sudah cukup dewasa sebagai pengganti bapak, seorang anak lain yang baru saja memasuki runyamnya semester tanggung di bangku perguruan tinggi, seorang lainnya lagi baru saja bersuka cita telah memasuki mimpi para anak muda seusia adiknya untuk melepas seragam sekolah, seorangnya lagi baru saja merasa bahwa masa SMA adalah kebebasannya, seorang lainnya lagi masih berkutat dengan permainan remaja tanggung di bangku menengah pertama, satu yang lain masih bersenang-senang pada masa anak-anak yang hendak remaja, dan satu lainnya yang terakhir masih bahagia dimanjakan dengan rambut yang terbelah dua. Namun pada hari itu, nyatanya semesta memberinya segenggam ujian yang harus ditanggung bersama karena kepergian ibunda. Syair-syair elegi selanjutnya mengiringi langkah mereka, mengantarkan satu tubuh yang sudah kaku karena kehilangan ruhnya. Mengantarkan keberangkatan sang ibunda pada tempat paling jauh yang tak bisa mereka singgahi untuk sekadar melepas rindu yang menumpuk dibalik pakaian basah yang baru dicuci, dibalik tumpukan piring kotor yang hendak dibersihkan. Dan lainnya yang menumpuk dan terus menumpuk, membiarkan hati mereka berat diduduki rindu yang tak pernah habis. Dan kemudian luka-luka tak pernah bisa disembuhkan waktu, ketujuh warna dalam keluarga Nawasena berakhir temaram dan kehilangan sukmanya. ©Jeta An Alternate Universe Renjana, 2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines