Destiny

Destiny

  • WpView
    Reads 186
  • WpVote
    Votes 75
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 4, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Hy guys... Ini adalah cerita pertama ku menulis di watpad semoga kiranya kalian suka dengan cerita ku Selamat membaca... * * * * * * * Hey.. Kalau jalan pakai mata dong, ga punya mata lo ya!! Laki laki itu malah tersenyum melihat gue, lumayan manis sih senyum nya hingga dia bilang sama gue "lu tuh uda SMA tp Bodoh banget ya, jalan dimana mana tuh pake kaki". Sambil meninggalkan gue sendiri... "dasar cewek aneh"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Little Monster - Completed
  • My Posesive Rangga
  • My Teacher [END]
  • ReyRa
  • Me And My Cousin's
  • ARNANSYA [Completed]
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • He Wrote My Name Wrong
  • Hurts

Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines