Pemanis SMK

Pemanis SMK

  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 12, 2020
Berlatarbelakang Persahabatan anak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Suka dan Duka mereka akan dibahas disini. Rafaila, Aisyah, Sagara, Abi, dan Tiara, Para perusuh SMK dan pemanis SMK. Bel tanda masuk belum berbunyi, mereka berkumpul di kantin belakang. "eh....kalian tau enggak."kata pembuka Abi jika ada hot news. "Gak usah gibah, masih pagi juga uda ngajak dosa."kata Aisyah yang notabenya anak baik. "ba...co...t."balesnya dengan males. Abi melirik Tiara yang makan mie ayam penuh. "eh...gentong ini masih pagi, lu uda pembukaan aja."Tiara hanya melirik Abi dan melanjutkan hikmatnya mie ayam. Sedangkan Sagara anak itu hanya bercermin dan menyisir rambut sambil bersenandung. "Anjir...gua kko ganteng banget sih."Katanya pada mereka yang hanya menanggapi dengan anggukan. males mendengarnya membanggakan dirinya lebih lanjut. Dan Rafaila anak itu belum juga tiba padahal jam masuk akan bunyi sebentar lagi. Karena diantara mereka hanya Minara yang tinggal diujung pulon. Ting.......Bel berbunyi
All Rights Reserved
#214
tiara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cheerful Girl [ENDING]
  • Caramu mencintaiku.
  • XXL
  • (Not) A Dream School (On Going)
  • Hallo Aera
  • ALASKA ✔ [SUDAH TERBIT]
  • SATU DARAH
  • Numbness (selesai)
  • Good Girl, I love You

[UDAH ENDING] PART-NYA BANYAK, TAROH AJA DI READING LIST KALIAN PROLOG Alya menghampiri keluarganya yang sudah duduk manis untuk melakukan makan malam. Disana ada mama, papa, serta kakak laki-lakinya. Makan malam sudah terlaksana. Alya pun memberanikan diri memberi selembar surat pada mamanya. "Surat apa ini?" semua mata tertuju pada selembar surat itu. Mamanya pun membacanya dengan seksama. "Surat peringatan?!" tanya mama dengan nada meninggi "Hm" jawab Alya seadanya. Papa dan kakaknya hanya terdiam. "Kamu abis ngapain di sekolah sampe dikasih surat peringatan?" "Cuma bolos pas pelajaran ke kantin. Terus ketauan guru BK ma" ucapnya sedikit takut namun ini adalah hal yang biasa Alya lakukan ketika membolos. Saking seringnya sampai ia diberi surat peringatan. "Astaga. Cuma?! " mamanya masih tak abis pikir dengan anak perempuannya yang satu ini. "Gak papa. Masa SMA gak boleh terlalu polos. Nakal, yang penting masih pintar" papanya berusaha membela Alya. "Papa ini apaan sih? Alya itu perempuan " mamanya masih berargumen. Kakaknya tak menghiraukan adiknya yang sedang diserang. "Tau, tapi apa perempuan gak boleh nakal dan menikmati masa SMA? Alya itu keturunan papa nakalnya. Kalo Bang Rio tuh kaya mama yang kutu buku" Alya terkekeh mendengar pernyataan papanya. "Sip pah. Aku kan cerdas. Senakal apa pun pasti bakal pinter walaupun gak belajar " Alya menunjukan deretan giginya. Kakaknya pun kini berbicara "Awas aja kalo lo ketauan belajar!!" "Oke siapa takut. Abang itu pinter bukan cerdas kaya aku" belanya sendiri. "Apaan sih, bang kamu gak boleh bilang gitu sama adek. Kamu juga dek, kamu harus tetep belajar" mama menengahi adu mulut mereka. Semenjak itu lah Alya semakin menjadi jadi dalam menikmati masa remajanya. Hanya sekedar nakal sebagai siswa. Tak lebih dari itu. Baca kisah selanjutnya!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines