A friend feels like a boyfriend

A friend feels like a boyfriend

  • WpView
    Membaca 91
  • WpVote
    Vote 18
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Jan 29, 2020
+Mereka berdua adalah sahabat Baik Dari kecil... +Awalnya mereka beranggapan seperti Itu.. +Mereka saling menyukai Secara diam-diam Dan tidak saling menyatakan perasaan masing masing.... +Cinta dalam diam adalah perasaan yang sia sia +Cinta Pertama Yg canggung.. +Cinta Pertama yang membuat mereka Malu Malu.... *Pengen ungkapin tapi nanti dibilang bercanda Dan Aku takut nanti dia berubah tidak seperti dulu #akankah Rezvan dan Stela bisa mengungkapkan perasaan masing masing atau sebaliknya #apakah Ada orang ketiga dari hubungan mereka berdua #apakah Ada rintangan Di Hidup mereka berdua *ikutin kelanjutannya *jgn lupa vote *ini ada hubungan dengan Hidup thor😂😁 *penasaran....
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#29
takterduga
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Suddenly Marriage
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • DeaSea
  • Two Wedding
  • my story
  • I love you, Mas Duda
  • Behind The Smile (TERBIT)
  • AMOUR (Mr. Pradipta)

"Mi, kemarin Pak Kades dan istrinya datang ke rumah. Dia ingin meminang kamu untuk menjadi istri anaknya," ucap Mama yang membuatku seketika langsung menghentikan kunyahan. "Mama kalau bercanda jangan pas lagi makan dong, nggak lucu kalau tiba-tiba aku tersedak terus meninggal," ucapku sambil tertawa. "Mama serius." Aku langsung melihat wajah mamaku, dari matanya aku bisa melihat keseriusan. Mendadak aku jadi merinding. "Jangan bercanda mulu dong, Ma, mana mungkin Pak Kades tiba-tiba melamar aku buat anaknya. Lagian aku nggak kenal sama anaknya Pak Kades," ucapku masih menyangkal kalau yang mamaku katakan bukanlah candaan. "Mama nggak lagi bercanda, Mi, Mama serius." Tenggorokanku serasa tercekat ketika mendengar perkataan Mama, "Ma, jadi ini serius?" Mama mengangguk dan itu membuat tubuhku seketika melemas. "Apa ini alasan Mama minta aku cepat-cepat pulang?" tanyaku yang dibalas anggukan oleh Mama. "Terus Mama jawab apa? Mama nolak 'kan?" tanyaku mulai was-was. "Ayah kamu sudah menerima, katanya nggak enak menolak tawaran Pak Kades. Kapan lagi 'kan kita bisa besanan sama orang terpandang?" Rahangku hampir saja lepas dari tempatnya saat mendengar jawaban Mama. "Nanti malam Pak Kades datang lagi ke sini sekalian bawa anaknya, mereka mau melamar kamu secara resmi." Aku semakin gila setelah mendengar sambungan perkataan Mama.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan