A friend feels like a boyfriend

A friend feels like a boyfriend

  • WpView
    MGA BUMASA 91
  • WpVote
    Mga Boto 18
  • WpPart
    Mga Parte 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Wed, Jan 29, 2020
+Mereka berdua adalah sahabat Baik Dari kecil... +Awalnya mereka beranggapan seperti Itu.. +Mereka saling menyukai Secara diam-diam Dan tidak saling menyatakan perasaan masing masing.... +Cinta dalam diam adalah perasaan yang sia sia +Cinta Pertama Yg canggung.. +Cinta Pertama yang membuat mereka Malu Malu.... *Pengen ungkapin tapi nanti dibilang bercanda Dan Aku takut nanti dia berubah tidak seperti dulu #akankah Rezvan dan Stela bisa mengungkapkan perasaan masing masing atau sebaliknya #apakah Ada orang ketiga dari hubungan mereka berdua #apakah Ada rintangan Di Hidup mereka berdua *ikutin kelanjutannya *jgn lupa vote *ini ada hubungan dengan Hidup thor😂😁 *penasaran....
All Rights Reserved
#198
takterduga
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Behind The Smile (TERBIT)
  • Something Wonderful
  • DeaSea
  • Owner Of My Heart
  • Jejak Rasa [TAMAT]
  • my story
  • I love you, Mas Duda
  • Suddenly Marriage
  • The Man

| Self discovery | Family & Relationship| slice of life | coming of age | "Behind The Smile" Di balik tawa dan vibes ceria, siapa yang nyangka ada luka yang nggak kasat mata? Ini cerita tentang tiga anak muda yang hidup bareng di satu tempat, tapi masing-masing punya "baggage" hidup yang berat banget buat diomongin. Ada yang struggle banget karena nggak pernah dapet support penuh dari keluarga, terutama soal pendidikan. Komentar negatif dari orang sekitar bikin overthinking nggak kelar-kelar. Ada juga yang tumbuh di keluarga broken home, dipaksa ngikutin mimpi orang tua yang nggak nyambung sama passion-nya. Kasih sayang? Nihil. Dia cuma bisa bertahan karena nggak punya pilihan lain. Terus ada lagi yang mentalnya udah remuk karena sering dibandingin sama saudara atau orang lain. Support emosional dari keluarga? Jangan harap. Mereka keliatan fine di luar, senyum terus, ketawa terus. Tapi di balik itu? Mereka lagi perang sama diri sendiri. Pas hidup makin kerasa toxic dan jalan keluar nggak kelihatan, apa mereka bisa nemuin power buat bangkit lagi? Let's find out their journey-raw, real, and relatable banget dalam "Behind The Smile"

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman