Rising of Darkness

Rising of Darkness

  • WpView
    Reads 124
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 12, 2020
Dimalam pergantian tahun, Zero pulang dari perjalanannya mencari bahan masakan yang hanya ada saat malam pergantian tahun baru, ia berangkat pagi sekali dan sampai ke kampung halamannya tepaat saat malam pergantian tahun. Ia disambut dengan senyuman hangat dari ibunya dan seluruh warga desa tersebut, namun itu adalah senyuman terakhir yang ia bisa lihat dari mereka semua, beberapa saat setelah mereka saling menukar senyuman tiba-tiba sihir api melahap seluruh warga desa, ia hanya bisa diam membatu melihat warga desa terbakar hidup-hidup dihadapannya. perbuatan ini tidak lain dan tidak bukan adalah perbuatan dari kerajaan kegelapan. Mampukah ia membalaskan dendam desanya kepada kegelapan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Book I : Ambroise Immortality
  • 𝐒𝐡𝐞𝐫𝐚𝐩𝐩𝐡𝐢𝐧𝐞 (Proses Revisi)
  • Bayangan di Balik Kabut
  • Rebirth of the Bound Soul (END)
  • Descent into Desire
  • Tunangan Antagonis: Misi Sistem [End]
  • TRAP-Infernal Night
  • From You The World
  • the lost chapter

Mala petaka! Lahir kembali bagi dunia Immortal adalah bencana. Konon, akan membawanya kembali ke neraka; kehancuran merajalela dan semua makhluk menderita, tapi 'mereka' mengalaminya. Mereka bereinkarnasi ke dunia Immortal, dunia tempat makhluk mitologi tinggal, setelah kecelakaan mengerikan saat badai. Dunia yang sihir merupakan hal biasa itu kini menjadi rumah dan tanah lahir yang kedua. Damai, tentram, dan menakjubkan luar biasa. Itu yang mereka rasakan sebelum akhirnya terkuak, jika kecelakaan yang dialami itu persis seperti prolog yang dibuat salah satu di antara mereka. Panik? Jelas, tapi tidak semua kepanikan perlu berlama-lama, karena saat itu mereka juga tahu siapa yang telah menaruh racun kepada minuman ibu mereka. Deklarasi balas dendam berkibar, dan yang ini diharuskan persiapan matang. Mereka masih anak-anak. Sihir mereka bahkan belum bangkit. Untungnya semesta ternyata mendengar mereka, di usia enam tahun ini, mereka akan menempuh pendidikan ke akademi sihir ternama dunia mereka. Akademi yang menjadi lahirnya orang-orang luar biasa hebat. ~ • ~ Jangan lupa follow sebelum baca dan tetaplah menjadi pembaca tanpa memplagiat karya. #CoverByMMBDesign ©GadisWaktu (5-11-'24) ~ • ~

More details
WpActionLinkContent Guidelines