Relung Jiwa

Relung Jiwa

  • WpView
    Reads 39,994
  • WpVote
    Votes 898
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 30, 2022
**** Bersambung ke Joylada **** Rava Gundi Mahatma. Seorang Mahasiswa Teknik Informatika yang menjabat sebagai ketua BEM Fakultas. Mengikuti berbagai lomba, event, dan kompetisi pemrograman ke berbagai daerah menjadikan dirinya terpilih sebagai Mahasiswa Berprestasi Universitas Kencana. Sepulang dari Jepang, ia bertemu dengan gadis cantik bernama Hanggini Renastasya Axzellia. Karena tertarik, Rava terus mengorek informasi lebih dalam terkait Hanggini sampai akhirnya terbongkar masa lalu gadis itu yang kelam. Hal kelam tersebut terus mengikuti Hanggini sampai dirinya masuk ke Universitas. Mari simak kisahnya di RENJANA! Hanggini berstatus Mahasiswa baru Teknik Informatika. Percaya atau tidak, Rava berada di antara himpitan sekian banyak mahasiswa yang menargetkan Hanggini menjadi pacar mereka. Akankah Rava berhasil? Simak kisahnya di Relung Jiwa!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GHAVARI
  • Bad Boy Vs Cool Girl [END]
  • Color me , Sera...(ON GOINGG)
  • Troublemaker's
  • Cinta Terhalang Gengsi
  • AELEASHA (OG)
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • ALFHASSA
GHAVARI

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines