Nama Saya Wara

Nama Saya Wara

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 10, 2020
Sore ini cuacanya tak sedang baik- baik saja matahari sejam yang lalu telah pergi entah kemana begitupun aku yang sudah hampir 30 menit menunggu bus dibawah naungan atap halte dipinggiran jalan kota. Aliran melodi klasik terdengar jelas dari balik earphone pada telinga kiriku angin sesekali berhembus menerbangkan sampah sampah plastik milik insan tak berhati. Mataku terus memperhatikan jalanan kota siang itu tak ada tanda- tanda bus akan lewat, kembali ku perhatikan map plastik merah dipangkuanku. Otakku memang tak pernah membenarkan kalimat manusia yang mengatakan "hidup itu mudah" mencari sepersen koin bertuliskan angka 500 saja butuh waktu sebulan kerja jika cairnya cepat. Hidup- hidup rasanya ingin pergi saja. Kuraih ponselku dari dalam tas selempang yang kukenakan sore itu niatnya ingin menghubungi papa agar segera menjemput namun seorang pria berdasi merah duduk disamping kiri ku sambil menarik map plastik dipangkuanku.
All Rights Reserved
#577
mandiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RAKAALENA
  • ANOTHER JOURNEY | Spin-off IN THE END ✔
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Stay Alive [TAMAT]
  • Pelangi yang Telah Lama Hilang
  • Terluka Untuk Bahagia [ REVISI ]
  • IN THE END ✔
  • ANANTA [COMPLETED]
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • PENGALAMAN KU, KISAH DIA
RAKAALENA

kisah pemuda yang di jodohkan oleh orang tua karena persahabatan orang tuanya dari kecil,,dan anaknya lah sebagai perjanjian mereka........ gimana tidak kaget ketika mereka dimintai untuk menikah secepat mungkin, sedangkan mereka masih kuliah. "Beliin gue pembalut dong, pembalut gue habis"! Seru Lena "Ogah males, beli sendiri sana" "Ih, ini anak satu di suruh malah nyuruh balik" "Kenapa ngga suka" "Nggak" "Yaudah sana beli sendiri" "Beliin dong gue kan nyuruh Lo" "Nggak!!!" "Gue bilangin mamah kalo Lo ngga mau bantuin gue" "Hah,,,enak aja kalo ngomong biar gue di marahin sama nyokap bokap gue juga" "Ya Lo di suruh aja ngga mau" "Kan yang butuh Lo bukan gue, punya kaki kan? Punya tangan kan? Yaudah beli sendiri gampang kan" "RAKA.....!!!!!!" "Apa bawell" "Di suruh beliin kok susah banget" "Biarin wleee" "Kalo bocor Lo yang bersihin" "Amit amit amit amit" "Ya makanya buruan" "Nggak" Mah Raka ngga mau bantuin Lena, mah masa lena suruh sendiri, Ucap nya sembari menggenggam handphone di telinga nya. "Ngga mah Lena bohong ngga gitu kok sebenarnya" "Bohongan Raka makanya kalo Lo ngga mau gue bilangin mamah, yaudah beliin sana" "Jadi gini ya punya istri satu yang lagi PMS, bikin pusing aja" "Kalo punya istri satu bikin kamu pusing nambah lagi juga ngga papa" "Kalo ngomong itu di jaga mulut nya, ntar di kira gue ngga tanggung jawab" "Ya makanya itu sebagai suami gue Lo harus nurut, beliin pembalut Sekarang juga" .... "Perut gue daha sakit Raka" rengek nya "Yaudah sini ah gue beliin, bawell rese amat" Dan Raka pun beranjak dari sofa di kamarnya "Nah gitu dong baru suami gue" "YA" "Makasih banget Raka kamu dah baik sama aku" "Jadi gitu ya manis kalo ada mau nya aja" "Hehe" *****

More details
WpActionLinkContent Guidelines