Pusaran Mimpi

Pusaran Mimpi

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 2, 2020
"Berbeda" mungkin istilah itu akan menjadi seseorang terasingkan bahkan terpojokkan. Yang tanpa disadari itu bisa menjadi suatu beban hidup bagi sebagian orang. Hilangnya semangat hidup,keterpurukan,bahkan sampai mengakhiri hidup. Faktor lingkungan memang mempengaruhi kehidupan seseorang. Tapi lingkungan hanya "faktor",bukan "menjaminan pengaruh kehidupan". Yang mempengaruhi kehidupan adalah diri kita sendiri. Semangat hidup yang bangkit dari seorang anak disabilitas dari sebuah keterpurukan keadaan. Memandang apa yang terjadi pada dirinya berbeda dengan orang lain memang cukup membuatnya sedih. Tapi ia selalu berfikir bahwa masih ada orang yang lebih berat ujiannya dari pada dia,meski dia tidak tahu orang itu siapa. Itulah yang membuat dia bangkit,semangat,dan selalu bersyukur atas hidup. Ibunya yang selalu mendorongnya membuat ia semakin kuat menjalani kerikil pasir kehidupan. Meski ayahnya tidak menerima bahkan membencinya,tetapi ia selalu hormat dan semangat dalam menggapai impian agar bisa menunjukkan bahwa "Disabilitas mempunyai kualitas". Tak disangka suatu keajaiban terjadi. Penasaran sama ceritanya? Silahkan membaca,semoga cerita ini bisa mengispirasi kalian wahai para pembaca~ Budayakan vote. Jika ada kesamaan cerita silahkan beritahu. Karena saya tidak ingin membuat cerita yang sama dengan orang lain. #AntiCopy
All Rights Reserved
#22
disabilitas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bersama Cahaya Bintang (✔)
  • Self Injury's(complete)✔
  • Asheeqa's Dream [COMPLETE]✔
  • Langkah yang Tak Sia-Sia
  • Merajut Mimpi Dengan Seutas Tali
  • ALEYA~~
  • It's Okay, Kamu Normal !

Anggun masih ingat, bagaimana hari itu Rangga dan keluarga mengusir dirinya yang tengah berbadan dua. Di usianya yang baru lulus SMA, Anggun menghentikan mimpinya demi bayi yang dikandungnya. ••••• "Kak Angga aku hamil..." "Terus?!" Anggun terdiam mendengar jawaban kakaknya yang ketus. "Kamu tahu kan aku sudah punya tunangan! Please...ngerti dikit lahh!" "Terus aku harus gimana?" "Gugurin! Dan jangan sampai ayah, mama atau siapapun tahu soal hal ini!" Malam itu Anggun memilih jujur pada orang tua angkatnya kejadian yang sebenarnya. Sayangnya mereka tidak percaya dan malah mengusir Anggun karena percaya dengan semua ucapan Rangga. (Tentang ikhlas berkelas, sabar tak berbatas, pengorbanan dan penerimaan )

More details
WpActionLinkContent Guidelines