We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
They are Crazy!

They are Crazy!

  • WpView
    Reads 101,391
  • WpVote
    Votes 6,342
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 26, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
(🚫Follow sebelum membaca🚫) Akhir akhir ini kehidupan Zilla benar benar sangat sial. Berawal dari dirinya yang tiba tiba diklaim sebagai milik dari dua orang psikopat sekaligus! Bagaimana ceritanya? Takdir seolah mempermainkan dirinya. Hingga semua orang terdekatnya perlahan meninggalkannya, sampai Zilla semakin terseret pada kehidupan dua psikopat gila itu. Konflik rumit! Tentang balas dendam, kejadian masa lalu yang indah dan memburuk secara bersamaan, banyak rahasia didalamnya. Hingga semuanya mulai terkuak tuntas membuat Zilla harus memilih antara Revin atau Azka, atau tidak dengan keduanya. WARNING! 🚫Cerita ini banyak mengandung berbagai adegan kekerasan dan unsur bahasa kasar!
All Rights Reserved
#231
kiss
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't Escape: Look At Me, Your Devil Angel
  • Dua dunia Satu rasa [Hiatus]
  • The Price Of Obsession
  • King Of Psychopath
  • Infatuated With Her
  • The Devil Queen (END)
  • Game Of Obsession
  • Destiny Meeting [Ddeungromi]
  • Love Devil Revisi : Of Devils and Gods Who Loved
  • Obsesi My Brother | SELESAI

"Merindukanku, sayang?" Suara itu. Senyuman iblis itu. Wajah yang tersenyum seolah tak berdosa yang pria itu tunjukkan membuat hati Renggana mendadak berubah menjadi remah roti yang siap hancur kapan saja. "Ba-bagaimana kau bisa ada disini?" "Itukah kalimat pertamamu untuk suamimu ini sayang? Setelah kau pergi begitu saja 3 tahun yang lalu?" "Kau bukan suamiku!" teriak Renggana emosi. Baginya, pria berwajah bak dewa itu bukanlah suaminya. Dia hanya iblis yang terkurung dalam tubuh manusia. Terdengar suara geraman dari mulut laki-laki tersebut. Rahangnya nampak jelas mengeras hingga otot wajahnya menegang. Gemertak gigi yang saling bergesekan seolah membuat seluruh syaraf tubuh Renggana mendadak mati. Perempuan itu benar-benar ketakutan. "Cukup Nana. Jika kau lanjutkan cara bicaramu yang seperti ini. Akan kupastikan hari ini semua temanmu akan menjadi tunawicara." Pias sudah wajah perempuan yang baru saja menginjak usia 24 tahun tersebut. Wajahnya pucat pasi karena tahu itu semua bukanlah sekadar ancaman saja. Apa yang dikatakan oleh Edzsel pasti akan menjadi kenyataan. "Kemarilah ... dan semua temanmu akan kubiarkan hidup dengan tenang." Tangan lelaki itu terulur kedepan. Menawarkan perlindungan pada istrinya yang masih terlihat ketakutan bahkan walau hanya berdekatan saja dengannya. Renggana masih diam terpaku dan memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa selamat dari genggaman pria gila ini. Tapi mengingat nyawa kawan-kawannya menjadi taruhan, tak pelak membuat Renggana memilih untuk menyerah saat ini. Dia berjalan gontai mendekat kepada suaminya, yang kini sedang tersenyum penuh kemenangan sembari menatapnya. Terinspirasi dari lagu "Lily" Alan Walker. Nb: Sudah prnah kujelaskan di story sebelah ya (Kita: Judges), kalau aku itu gk terlalu like sm tipe manipulatif yg tdk terkalahkan. Jd di sini, protagonisnya emang bkn tipe yg diem2 bae di posesifin, oke? Aku gk suka kalau perempuannya lemah.😂 Ya ... dicoba baca dulu lah biar tahu:v Cover by Can

More details
WpActionLinkContent Guidelines