We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
REGRET || KISAH NYATA 💯

REGRET || KISAH NYATA 💯

  • WpView
    Reads 93
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 13, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Dunia memintaku untuk menjauh dari dia, dan waktu pun memintaku untuk berubah dalam seketika. Lalu, apalah dayaku ini yang hanya mengikuti permainan takdir belaka. Aku pernah bahagia namun dalam sekejap duniaku hancur, tak ada yang tersisa saat itu. Yang tersisa hanyalah penyesalan bagiku. Namun aku yakin, skenario Tuhan takkan selamanya meregangkan tawa, dan berakhir dengan duka. Dan aku terdorong oleh tawa dan bahagia, namun aku tak ingin merasakan luka yang lama. Biarlah aku memberi dia kesempatan kedua, agar dia tau bahwa cinta sejati itu memang ada. Memang benar, cinta itu harus di perjuangkan. Namun, saat yang di perjuangkan tida sedikitpun menghargai perjuangan mu, untuk apa masih memperjuangkan? Ada kalanya mencintai memang berakhir dengan mengikhlaskan. Pahamilah, ada hati yang harus di ajak baik baik, jangan sampai hanya terluka karena cinta. ~Aku sudah tak rapuh lagi, dan kini aku bahagia bersamanya~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • HATI💔 YANG TERPILIH
  • You are in my past and my future [END]
  • Aku Kamu Dan Dia
  • Dia yang Tertulis di Lauhul Mahfuz
  • Menunggu tanpa kepastian
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  • Air Mata Cinta
  • di akhir perang

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines