JARZ
  • WpView
    LETTURE 403
  • WpVote
    Voti 56
  • WpPart
    Parti 3
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione gio, mag 14, 2020
Sehabis dapati kematian kedua orang tuanya, Kai didesak dilema menyoal wasiat yang ditinggalkan sepasang nan tak pernah jalani peran sebagai orang tuanya itu. Hidup di wilayah Jarz atau bersama nenek yang bahkan sudah tiada sejak tiga windu lalu? Dan kemudian, pilihan itu memaksa Kai untuk injakkan kaki di wilayah yang dinamai Jarz. Tatkala sampai pada ujung dunia yang entah bagian mana itu, ia bertemu empat orang yang manusiawi di sana nan namanya mudah disebutkan bagi lidahnya. [UPDATED IN REALLY REALLY SLOW-MO] cover cr: RUNAWAY Japanese ver. music video
Tutti i diritti riservati
#425
fanfiksi
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Sudut Luka Nazea
  • MIRROR | Jay ✓
  • Incipient : Another World - High and Low Fanfiction
  • Werewolf || TXT ft. SKZ  [√]
  • HORROR PICNIC
  • A Thousand Years [Pierre Tendean Fanfic]
  • Evanescent
  • Abandoned House
  • 𝐒𝐮𝐝𝐝𝐞𝐧𝐥𝐲 | Choi Soobin ① ✔️

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti