Story cover for BREAK by NadiaSafitri_Kim
BREAK
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 11
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 11
Ongoing, First published Jan 02, 2020
🚫Dilarang meniru kata-kata kasar yang ada disini🚫
Cuman sebatas ungkapan doang bukan berarti patut di contoh ya🗿





"Mau di pertahanin kayak gimana lagi? Dari awal hubungan kita ini emang agak aneh,dan kayaknya gue nyerah buat pertahanin hubungan ini,detik ini gue ngelepas loe .. Kita putus aja ya? ..."
-Nesya Zeline Ulani
All Rights Reserved
Sign up to add BREAK to your library and receive updates
or
#92break
Content Guidelines
You may also like
Diary Corona by EvanHavillah20
4 parts Complete Mature
Selamat rebahan, duduk-duduk, dan jongkok di WC para pembaca onlen sekalian. Beribu salam gue share ke kalian. Gue, Evan, menulis cerita atau diary ini bertujuan untuk menemani kegalauan, kegelisahan, gundah gulana kalian di masa-masa pandemi ini. Gue yakin, selama pandemi ini banyak yang nggak terima dengan keadaan sekarang ini. Malam mingguan dibatasi dengan waktu karena pagar gang kampung dan kompleks sekarang ada timernya, mau tau pacar lagi cemberut atau senyum jadi nggak tampak gara² diselimuti masker, dan masalah-masalah lain yang sangat terasa disekitar kita. Gue buka twitter sebelum ada covid isinya adu domba politik, agama, dan lain-lain. Twitter sekarang dipenuhi trending topic K-Pop dan hastag-hastag penuh gairah, seperti #crot. Gila orang zaman sekarang, bukannya tobat biar kalo kena covid nggak masuk neraka kedaleman malah bikin hastag yang menggiurkan anak Adam ini. Timeline twitter gue sekarang isinya pada galau semua. Terutama anak kuliahan yang pacaran sama temen kuliahnya. Kebanyakan mereka sekarang jadi LDR, imbasnya mereka melampiaskan keresahaan dan kesepian melalui tweet. Gue yang nggak mau tweet gue kosong jadi ikut sok-sok galau pake kata-kata puitis. Gue baca lagi, gue sadari itu salah satu hal terjijik yang pernah gue alami. Di story ini gue mau ceritain hal-hal yang merangkul kegelisahan gue selama dan sebelum pandemi ini. Dan bisa aja cerita gue sama dengan apa yang kalian alami, jadi cerita ini sedikit mengobati perasaan galau kalian. Karna gue tau, diem di rumah doang emang bikin bosan sampai urat nadi. Tapi apa salahnya jika kita menciptakan kesenangan dalam rumah. Dengan Segala Hormat Evan Simatucolang (siang malam tunggu covid ilang)
Burned Wound(Diterbitkan)  by Hs_Aeris
35 parts Complete
"Hembusan napas untuk luka yang membakar" Hidup dengan hukuman yang bukan ia pelakunya. Menderita dengan dunia yang menghantamya luka. Ingin menyerah tapi mereka bersikukuh membuatnya pasrah. Apa itu akan selalu Alfa alami dalam sisa umurnya. Jika diberi pilihan, ia ingin memilih diberi umur satu tahun dengan sosok yang merangkulnya dan sebagai penyembuh untuk lukanya. Daripada menikmati pahitnya hidup selama puluhan tahun lagi dengan derita. Semoga saja Laura bisa menjadi penyembuhnya. Menyalurkan napasnya untuk meniup sekujur badannya yang terluka. Namun rumit, karena adiknya bernama Aksa tidak akan melepaskan Laura dari genggamannya. Sepertinya Alfa yang harus tahu diri dengan posisinya. Terlalu jahat jika menghancurkan hubungan yang direstui itu. Mungkinkah luka alfa yang membakarnya dapat ditiup oleh napas Laura agar membuatnya bertahan. Bisakah Laura menemukan titik terang untuk bulan yang kini tidak mampu bersinar karena kedinginan dan keampahan. *** "Jika kamu tidak ingin bulanmu bersedih ambillah gelang ini." "Kenapa kau datang ke sini?" "Untuk melihat pesta tahun baru di penghujung tahun." "Pasti sangat menyenangkan." "Sekarang tidak, karena aku tidak melihatnya bersama orang yang kucintai. Rasanya hambar," "Lalu apa yang kau inginkan," "Ingin bersama orang yang kucintai sampai akhir," Aku juga maunya begitu, mau melakukannya bersamaku." _____ Luka terbaik, awal tahun mengenalmu akhir tahun melepaskanmu ___ Juara 8 di Author Got Talent kategori fantastis viewers yang diselenggarakan penerbit ProspecMedia
You may also like
Slide 1 of 10
Diary Corona cover
The Last Chance (END)  cover
Fall In Love With Seniors [Lengkap] cover
Letha cover
Succiduous cover
touch me, But I know (end) ✔️ cover
Pacar Magang (Complete) cover
MOVE ON DAN MAKAN ( KELAR ) cover
Burned Wound(Diterbitkan)  cover
Orang Ketiga cover

Diary Corona

4 parts Complete Mature

Selamat rebahan, duduk-duduk, dan jongkok di WC para pembaca onlen sekalian. Beribu salam gue share ke kalian. Gue, Evan, menulis cerita atau diary ini bertujuan untuk menemani kegalauan, kegelisahan, gundah gulana kalian di masa-masa pandemi ini. Gue yakin, selama pandemi ini banyak yang nggak terima dengan keadaan sekarang ini. Malam mingguan dibatasi dengan waktu karena pagar gang kampung dan kompleks sekarang ada timernya, mau tau pacar lagi cemberut atau senyum jadi nggak tampak gara² diselimuti masker, dan masalah-masalah lain yang sangat terasa disekitar kita. Gue buka twitter sebelum ada covid isinya adu domba politik, agama, dan lain-lain. Twitter sekarang dipenuhi trending topic K-Pop dan hastag-hastag penuh gairah, seperti #crot. Gila orang zaman sekarang, bukannya tobat biar kalo kena covid nggak masuk neraka kedaleman malah bikin hastag yang menggiurkan anak Adam ini. Timeline twitter gue sekarang isinya pada galau semua. Terutama anak kuliahan yang pacaran sama temen kuliahnya. Kebanyakan mereka sekarang jadi LDR, imbasnya mereka melampiaskan keresahaan dan kesepian melalui tweet. Gue yang nggak mau tweet gue kosong jadi ikut sok-sok galau pake kata-kata puitis. Gue baca lagi, gue sadari itu salah satu hal terjijik yang pernah gue alami. Di story ini gue mau ceritain hal-hal yang merangkul kegelisahan gue selama dan sebelum pandemi ini. Dan bisa aja cerita gue sama dengan apa yang kalian alami, jadi cerita ini sedikit mengobati perasaan galau kalian. Karna gue tau, diem di rumah doang emang bikin bosan sampai urat nadi. Tapi apa salahnya jika kita menciptakan kesenangan dalam rumah. Dengan Segala Hormat Evan Simatucolang (siang malam tunggu covid ilang)