Sebuah Harapan

Sebuah Harapan

  • WpView
    Reads 6,865
  • WpVote
    Votes 252
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 13, 2020
WpInfo
Fanfic
Naruto
Hai nama ku Himawari. Aku tinggal dengan Bunda ku saja, Bundaku bernama Hinata aku tidak tahu ayah ku dimana dan aku pun engan untuk menanyakannya karena aku tak ingin melihat Bundaku bersedih. Umurku 15 tahun tapi aku sudah kelas 3 SMA karena kepintaranku tapi aku harus pindah ke kota karena disana sekolahnya lebih bagus dan memadai dari pada sekolahku yang sekarang dan akhirnya Bunda setuju dengan itu tapi aku bisa melihat wajah Bunda yang terpaksa tapi ia tutupi dengan senyumannya. Dan ini lah kisah ku yang sesungguhnya.
All Rights Reserved
#130
hinata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Naruto : See The Future
  • My beloved family [END]
  • [2] Scat
  • Heart Escape💔
  • PETUALANGAN SARADA ✔ [COMPLETED]
  • FROM FUTURE ✅
  • BABY
  • AISHITERU
  • The tailor's red thread (BORUSARA)

Update Di Usahakan Setiap Hari "Tuan Hokage! Maksudmu, perjalanan waktu?" Minato menatap lelaki tua itu dengan heran di matanya yang berbinar, membuat Jiraiya kecewa. "Aku lupa betapa nerd anak ini." "Itulah satu-satunya penjelasan yang bisa saya berikan kepada Anda saat ini, dengan apa yang telah dijelaskan oleh shinobi, dia dipindahkan ke sini menjelang akhir Perang Ninja Besar Keempat." Tsunade memucat, "F-keempat? Kita masih di urutan ketiga!" Hiruzen bersenandung mengakui, "Saya tahu ini sulit untuk dipahami, itulah sebabnya saya memanggil shinobi yang bersangkutan untuk maju." "Kau boleh masuk, Naruto." Pintu ruang bawah tanah terbuka dan masih memar dan babak belur remaja pirang melenggang ke dalam ruangan. Mata safir mengamati ruangan, emosi menari-nari di sekitar bola saat dia melihat penghuni ruangan. Dia mengenakan jubah rumah sakit putih, satu lengannya tertiup angin kecil yang dipancarkan dari ventilasi di atas kepala, "Hei, Nak." Naruto menatap Tsunade, "Nenek Tsunade!" Dia berseri-seri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines