We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
A L O D I E

A L O D I E

  • WpView
    Reads 1,238
  • WpVote
    Votes 317
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadComplete Tue, Apr 7, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Jika Masih bisa diperbaiki Mengapa Kamu harus memilih kata pergi" ~Alodie Lovania~ "Maaf ya Ody,Hubungan kita harus selesai sampai sini aja" Ujar cowok itu dengan hembusan nafas kasar. Bagai disambar petir pada siang bolong kata2 itu benar2 menusuk sampai ulung hati Alodie "Maksut kamu apa?" "Emang aku salah apa?" isak Alodie sembari menatap nanar cowok di depannya ia masih belum terima kejadian ini menimpa dirinya. Penasaran? Langsung aja Mampir kuy📣💢 Kepoin ceritanya📄😉
All Rights Reserved
#224
brian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EDELINE [END] [TELAH TERBIT]
  • Story Of Love (Completed)
  • Rintik Hujan
  • Alca || Selesai
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • ICE BOY (SUDAH TERBIT)
  • My Roommate Is a Badgirl
  • F A K E ? [End]
  • Sampai Sini [End]

SEQUEL "ALEXIO" [FOLLOW DULU SEBELUM BACA!] DON'T COPY MY STORY❌️‼️ 18+ Buat yang baru baca, kalian bisa baca Alexio dulu sebelum baca Edeline, biar kalian paham alurnya, xx. *** Setelah lima tahun, Edeline hidup seperti orang yang berbeda. Dunia gelap yang tidak pernah ia sentuh sebelumnya. Kini ia harus benar-benar terlibat di dalamnya. Aroma darah, dan kematian menjadi hal biasa yang ia lihat. Sampai suatu ketika ia dihadapkan pada pilihan yang sulit. Haruskah ia kembali pada seseorang yang selalu mengisi harinya? atau justru ia harus menyerah? *** "Shit!" pekik Edeline ketika tembakannya meleset cukup jauh. Seketika itu ia menoleh, dan melihat seseorang yang menjadi penyebab tembakannya meleset. Jade menyengir kecil sebelum ia membawakan sesuatu untuk Edeline. "For you," ucap Jade dengan senyum lebarnya, berharap Edeline akan memaafkannya kali ini. Edeline hanya memutar bola matanya, sebelum ia melanjutkan latihannya. Perempuan itu begitu fokus sampai ia tidak peduli akan apa yang dikatakan Jade setelahnya. *** "X," ucap Edeline pada akhirnya. Alexio yang mendengar itu tersenyum miring. Hal inilah yang ia inginkan sedari tadi. Gadis itu yang memohon dengan memanggil namanya. "Yes, I'm your X." Bisik Alexio seraya mengecup cuping telinga Edeline.

More details
WpActionLinkContent Guidelines